banner 300250
banner 300250
DAERAHDPRKESRANASIONALPOLITIKsosial

Ribuan Relawan SPPG Blitar Raya Turun ke Jalan, Minta Program MBG Tetap Dilanjutkan

×

Ribuan Relawan SPPG Blitar Raya Turun ke Jalan, Minta Program MBG Tetap Dilanjutkan

Sebarkan artikel ini
Aliansi Relawan SPPG Peta Blitar Raya menggelar aksi damai

BLITAR, Kabinetri.id– Ribuan relawan dan simpatisan yang tergabung dalam Aliansi Relawan SPPG Peta Blitar Raya menggelar aksi damai untuk menyatakan dukungan terhadap keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Sabtu. Aksi tersebut diikuti perwakilan relawan dan mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dari berbagai wilayah di Blitar Raya.

Koordinator aksi, Tan Ngi Hing, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bentuk soliditas relawan sekaligus dukungan kepada pemerintah agar program strategis nasional tersebut tetap dilanjutkan. Menurutnya, Program MBG memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas gizi anak sebagai upaya mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045.

“Kegiatan ini sangat luar biasa dan positif untuk kepentingan anak-anak Indonesia menuju Generasi Emas 2045 sesuai harapan Presiden Prabowo Subianto,” ujar Tan Ngi Hing (27/6).

Ia mengajak masyarakat tetap menjaga persatuan meski memiliki pandangan berbeda terhadap kebijakan pemerintah. Menurutnya, perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar dalam demokrasi, namun seluruh elemen masyarakat diharapkan tetap mendukung program yang dinilai bermanfaat bagi masyarakat luas.

Tan Ngi Hing menilai Program MBG tidak hanya memberikan manfaat bagi para penerima, tetapi juga menciptakan dampak ekonomi. Relawan memperoleh kesempatan bekerja, sementara petani, peternak, hingga pemasok bahan pangan mendapatkan pasar yang lebih luas karena hasil produksinya diserap untuk memenuhi kebutuhan dapur MBG.

Sementara itu, perwakilan SPPG, Demy Alam, mengatakan aksi damai tersebut juga bertujuan memperkuat semangat para relawan di tengah berbagai dinamika dan evaluasi terhadap pelaksanaan Program MBG.

“Kami ingin menunjukkan bahwa relawan SPPG adalah bagian dari instrumen yang ikut menyukseskan program strategis nasional. Niat kami tulus, ikut berpartisipasi dalam pembangunan bangsa melalui pemenuhan gizi, penanganan stunting, sekaligus pemberdayaan masyarakat,” katanya.

Menurut Demy, kegiatan tersebut juga menjadi momentum mempererat silaturahmi antarmitra dan relawan SPPG yang selama ini belum memiliki wadah bersama untuk berkolaborasi.

Menanggapi adanya aksi mahasiswa yang menyuarakan evaluasi terhadap Program MBG, Demy mengaku menghargai sikap kritis tersebut. Ia menilai evaluasi justru menjadi masukan penting agar pelaksanaan program semakin baik.

“Saya juga berasal dari aktivis. Daya kritis mahasiswa dibutuhkan. Yang saya dengar adalah evaluasi, bukan penghentian program. Kami pun merasakan masih ada kekurangan, tetapi perubahan sedang dilakukan. Justru kami berterima kasih karena evaluasi akan membuat program ini semakin baik,” ujarnya.

Perwakilan Aliansi Relawan SPPG Merah Putih Jawa Timur, Bambang, mengungkapkan saat ini terdapat sekitar 160 dapur SPPG di wilayah Blitar Raya yang melibatkan sekitar 7.000 relawan. Selain itu, setiap dapur bekerja sama dengan sekitar 15 pemasok yang terdiri atas petani, peternak, dan nelayan.

“Kalau ada 160 dapur, berarti ribuan petani, peternak, dan nelayan ikut terlibat dalam rantai pasok program ini,” jelasnya.

Bambang menambahkan, satu dapur MBG mampu melayani sekitar 2.000 penerima manfaat setiap hari. Dengan kapasitas tersebut, ratusan ribu anak menerima makanan bergizi setiap harinya, sementara kebutuhan beras, sayuran, telur, dan berbagai hasil pertanian lokal terus meningkat sehingga turut menggerakkan roda perekonomian masyarakat.

Melalui aksi damai tersebut, Aliansi Relawan SPPG Peta Blitar Raya berharap pemerintah tetap melanjutkan Program Makan Bergizi Gratis dengan terus melakukan evaluasi guna meningkatkan transparansi, efektivitas, dan manfaat program bagi masyarakat. (Wiro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *