banner 300250
banner 300250
DAERAHKESRAMARVESNASIONALPOLITIKsosial

Megawati Resmikan Renovasi Istana Gebang dan Patung Bung Karno, Soroti Hukum hingga Kebebasan Pers

×

Megawati Resmikan Renovasi Istana Gebang dan Patung Bung Karno, Soroti Hukum hingga Kebebasan Pers

Sebarkan artikel ini
Megawati Soekarno Putri, Resmikan Patung Bung Karno

BLITAR, Kabinetri.id– Presiden ke-5 Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri meresmikan patung Bung Karno sekaligus renovasi Istana Gebang di Kota Blitar, Senin (15/6/2026). Peresmian tersebut menjadi bagian dari upaya pelestarian situs bersejarah yang menjadi rumah masa kecil Proklamator Republik Indonesia, Ir. Soekarno.

Ratusan kader PDI Perjuangan dari Kota dan Kabupaten Blitar memadati kawasan Istana Gebang sejak pagi. Sejumlah rombongan dari Tulungagung dan Kediri juga turut hadir untuk menyaksikan agenda yang dipimpin langsung oleh putri Bung Karno tersebut.

Megawati hadir didampingi Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, Romy Soekarno, Puti Guntur Soekarno, serta jajaran pengurus partai lainnya.

Prosesi peresmian ditandai dengan penekanan tombol sirine yang kemudian membuka kain penutup patung Bung Karno. Patung tersebut menampilkan sosok sang proklamator tengah membaca buku, sebagai simbol pentingnya ilmu pengetahuan dan gagasan dalam perjalanan hidup Bung Karno.

Selain meresmikan patung dan renovasi kawasan Istana Gebang, Megawati juga menyerahkan bibit tanaman buah kepada DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, DPC PDI Perjuangan Kota Blitar, dan DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar sebagai simbol keberlanjutan dan harapan bagi generasi mendatang.

Dalam sambutannya, Megawati mengingatkan masyarakat agar tidak melupakan sejarah perjuangan bangsa. Menurutnya, kemerdekaan Indonesia bukanlah hadiah, melainkan hasil perjuangan panjang yang diperoleh melalui pengorbanan para pahlawan.

“Jangan pernah melupakan perjuangan para pendiri bangsa. Kemerdekaan yang kita nikmati sekarang diperoleh dengan pengorbanan yang luar biasa,” ujar Megawati (15/6).

Ia menegaskan bahwa pemahaman sejarah harus terus diwariskan kepada generasi muda agar memiliki arah yang jelas dalam membangun masa depan bangsa.

Pada kesempatan tersebut, Megawati juga menyinggung perjalanan politik Bung Karno setelah tidak lagi memegang kekuasaan. Ia menekankan pentingnya penegakan hukum yang adil dan setara bagi seluruh warga negara.

“Semua warga negara memiliki hak yang sama di mata hukum. Karena itu hukum harus ditegakkan secara adil,” tegasnya.

Pernyataan tersebut mendapat sambutan tepuk tangan dari para kader dan tamu undangan yang hadir.

Megawati turut menyoroti perkembangan arus informasi di era digital. Ia mengingatkan pentingnya etika jurnalistik dan penyampaian informasi yang berbasis fakta agar masyarakat tidak terjebak pada informasi yang menyesatkan.

Menurutnya, kebebasan pers harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab moral untuk menjaga kualitas informasi yang diterima publik serta memperkuat kehidupan demokrasi.

Selain itu, Ketua Umum PDI Perjuangan tersebut menegaskan pentingnya menjaga ruang demokrasi yang sehat. Masyarakat, kata dia, harus tetap memiliki kebebasan untuk menyampaikan kritik dan pendapat sebagai bagian dari hak warga negara.

“Demokrasi harus memberi ruang bagi rakyat untuk berbicara, menyampaikan pandangan dan kritik. Itu bagian dari kehidupan demokrasi yang sehat,” katanya.

Megawati menambahkan bahwa hubungan baik antarpihak tidak boleh menghilangkan hak masyarakat untuk menyampaikan pandangan maupun kritik dalam sistem demokrasi.

“Persahabatan tetap persahabatan, tetapi dalam demokrasi setiap orang tetap memiliki hak untuk menyampaikan pandangan,” ujarnya.

Peresmian patung Bung Karno dan renovasi Istana Gebang tidak hanya menjadi penanda pembaruan fisik situs bersejarah tersebut, tetapi juga momentum untuk menghidupkan kembali nilai-nilai perjuangan, keadilan, dan demokrasi yang diwariskan oleh sang proklamator kepada generasi penerus bangsa.

Di Kota Blitar, tempat Bung Karno dimakamkan, peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa sejarah bangsa terus hidup melalui warisan pemikiran dan semangat perjuangan yang tetap relevan hingga saat ini. (Wiro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *