BLITAR, Kabinetri.id– Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Ahmad Muzani, memimpin rombongan pimpinan MPR RI berziarah ke makam Presiden pertama Republik Indonesia sekaligus Proklamator, Ir. Soekarno, di Kota Blitar, Selasa (4/8/2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari rangkaian tradisi kebangsaan MPR RI menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, sekaligus momentum memperkuat semangat persatuan nasional di tengah dinamika kehidupan berbangsa.
Rombongan MPR RI berangkat dari Lanud Abdurrahman Saleh, Malang, kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan Kereta Istimewa dari Stasiun Kota Malang menuju Kota Blitar. Setibanya di Kompleks Makam Bung Karno, Ahmad Muzani bersama jajaran pimpinan MPR RI menggelar doa dan tabur bunga sebagai bentuk penghormatan kepada Sang Proklamator yang juga dikenal sebagai penggagas Pancasila.
Dalam keterangannya, Ahmad Muzani menegaskan bahwa ziarah ke makam para pendiri bangsa merupakan tradisi yang akan terus dipertahankan oleh pimpinan MPR RI periode 2024–2029. Menurutnya, penghormatan terhadap jasa para pahlawan menjadi bagian penting dalam menjaga ingatan kolektif bangsa atas perjuangan merebut kemerdekaan.
“Bung Karno adalah Sang Proklamator yang namanya selalu kita sebut bersama Bung Hatta setiap kali naskah Proklamasi dibacakan menjelang pengibaran Sang Saka Merah Putih. Karena itu, MPR merasa perlu berziarah sebagai ungkapan syukur atas kemerdekaan yang telah dinikmati bangsa Indonesia selama 80 tahun,” ujar Muzani.
Ia menjelaskan, rangkaian ziarah kebangsaan tersebut akan berlanjut pada Jumat mendatang dengan mengunjungi makam Wakil Presiden pertama RI, Mohammad Hatta. Agenda tersebut menjadi simbol penghormatan terhadap para tokoh bangsa yang meletakkan fondasi berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Muzani menilai, kemerdekaan yang dinikmati masyarakat saat ini merupakan hasil pengorbanan para pendiri bangsa. Oleh sebab itu, generasi penerus memiliki tanggung jawab untuk menjaga cita-cita perjuangan mereka melalui persatuan, gotong royong, serta komitmen mempertahankan keutuhan bangsa.
Di hadapan awak media, Ketua MPR RI juga mengingatkan bahwa perbedaan pandangan politik maupun latar belakang masyarakat tidak boleh menjadi alasan untuk memecah persatuan. Menurutnya, Indonesia merupakan rumah bersama yang harus dijaga oleh seluruh elemen bangsa.
“Meski kita berbeda pandangan, berbeda latar belakang, bahkan berbeda pilihan politik, kita semua adalah keluarga besar bangsa Indonesia. Rumah besar Indonesia adalah rumah kita bersama yang harus kita jaga kebersamaannya, persatuannya, dan kegotongroyongannya. Hanya dengan bersatu, Indonesia akan mampu menghadapi setiap ujian dan tantangan,” tegasnya.
Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus, Muzani mengajak seluruh masyarakat menyambut momentum bersejarah tersebut dengan semangat optimisme. Ia menekankan bahwa nilai persatuan yang diwariskan para pendiri bangsa harus terus menjadi kekuatan utama Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan masa depan.
“Peristiwa 17 Agustus adalah peristiwa yang sangat penting dan sakral saat bangsa Indonesia membebaskan diri dari penjajahan. Persatuan adalah syarat utama agar kita bisa bangkit menjadi bangsa yang besar, kuat, dan berwibawa,” pungkasnya. (Wiro)














