banner 300250
banner 300250
BudayaDAERAHKESRAPemerintah Daerahsosial

Hari Jadi Blitar ke-702, Serat Ambiya dan Doa Bersama Jadi Simbol Syukur Menuju Blitar Berjaya

×

Hari Jadi Blitar ke-702, Serat Ambiya dan Doa Bersama Jadi Simbol Syukur Menuju Blitar Berjaya

Sebarkan artikel ini
Hari Jadi ke-702 Sebagai Momentum Memperkuat Persatuan dan Semangat Gotong Royong

BLITAR, Kabinetri.id– Suasana khidmat menyelimuti Pendopo Sasana Adi Praja, Kanigoro, saat Pemerintah Kabupaten Blitar menggelar Malam Tirakatan dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Blitar ke-702, Selasa malam. Tradisi tahunan tersebut menjadi ruang refleksi sekaligus ungkapan syukur atas perjalanan panjang Kabupaten Blitar selama lebih dari tujuh abad, yang dipadukan dengan doa bersama dan pelestarian budaya melalui pembacaan Serat Ambiya.

Acara dihadiri Wakil Bupati Blitar H. Beky Herdihansah, jajaran Forkopimda, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), tokoh agama, tokoh masyarakat, para kiai, serta seniman Ambiya dari berbagai kecamatan. Momentum sakral itu ditandai dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur dan harapan akan masa depan Kabupaten Blitar yang semakin maju.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Beky Herdihansah mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan Hari Jadi ke-702 sebagai momentum memperkuat persatuan dan semangat gotong royong untuk membangun daerah.

“Ini momentum yang patut kita syukuri karena Blitar telah melewati perjalanan panjang yang penuh dinamika hingga memasuki usia 702 tahun. Dengan doa dan gotong royong seluruh elemen masyarakat, kami berharap Blitar semakin berdaya, berjaya, dan mampu memberikan kesejahteraan bagi seluruh warganya,” ujarnya.

Semangat tersebut selaras dengan tema Hari Jadi Kabupaten Blitar ke-702, “Manggih Raharjo, Blitar Kuncoro.” Tema itu mengandung filosofi harapan agar masyarakat senantiasa memperoleh keselamatan, kesejahteraan, dan kemakmuran, sekaligus menjadikan Kabupaten Blitar semakin dikenal melalui prestasi, pelayanan publik yang berkualitas, pelestarian budaya, serta pembangunan yang berpihak kepada kepentingan masyarakat.

Salah satu bagian yang menjadi perhatian dalam malam tirakatan adalah pembacaan Serat Ambiya, naskah sastra Islam Jawa yang ditulis ulang oleh Ki Ahmad Ngali pada 1844. Tradisi tersebut dipilih sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan budaya yang selama ini hidup di tengah masyarakat Blitar.

Menurut Beky Herdihansah, Serat Ambiya bukan sekadar tradisi membaca naskah kuno, tetapi juga menjadi sumber pengetahuan dan nilai-nilai kehidupan yang tetap relevan di tengah perkembangan zaman. Karena itu, ia mendorong generasi muda untuk ikut mempelajari dan melestarikannya agar tradisi tersebut tidak tergerus modernisasi.

“Serat Ambiya merupakan warisan budaya yang harus kita banggakan. Saya berharap para pembaca Serat Ambiya dapat menularkan keahlian ini kepada generasi berikutnya sehingga tradisi luhur ini tetap hidup dan menjadi identitas budaya Kabupaten Blitar,” katanya.

Menutup rangkaian malam tirakatan, Wakil Bupati mengajak seluruh masyarakat memanjatkan doa agar Kabupaten Blitar senantiasa diberikan kedamaian, keselamatan, serta dijauhkan dari segala bencana.

“Kita berharap Kabupaten Blitar tetap tentrem, rahayu, wilujeng, dijauhkan dari segala bala dan bencana sehingga masyarakatnya semakin mandiri, sejahtera, dan berlandaskan akhlak mulia,” pungkasnya. (Wiro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *