banner 300250
banner 300250
BudayaDAERAHKESRAMARVESPemerintah Daerahsosial

BEN Carnival Blitar ke-5 Hadir Malam Hari, Angkat Keberagaman Budaya 34 Provinsi

×

BEN Carnival Blitar ke-5 Hadir Malam Hari, Angkat Keberagaman Budaya 34 Provinsi

Sebarkan artikel ini
BEN Carnival Blitar ke-5 Hadir Malam Hari

BLITAR, Kabinetri.id– Pemerintah Kota Blitar kembali menggelar Blitar Ethnic National Carnival (BEN Carnival) bertepatan dengan momentum peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Memasuki penyelenggaraan tahun kelima, pagelaran budaya tersebut untuk pertama kalinya dikemas pada malam hari dengan menghadirkan 40 penampilan yang merepresentasikan keberagaman budaya Nusantara.

Wali Kota Blitar M Syauqul Muhibbin atau akrab di panggil Mas Ibin mengatakan, perubahan waktu pelaksanaan menjadi malam hari merupakan salah satu inovasi dalam penyelenggaraan BEN Carnival tahun ini. Meski demikian, rute karnaval masih menggunakan jalur seperti pelaksanaan sebelumnya.

“Karena ini edisi ke-5 atau lima tahun, maka mulai tahun ini kita coba tampilkan di malam hari. Cuma rutenya memang masih seperti kemarin. Tahun-tahun mendatang mungkin rutenya akan diperpanjang,” ujar Mas Ibin.

BEN Carnival menjadi salah satu agenda tahunan yang mengangkat tema keberagaman budaya Indonesia. Dalam pelaksanaannya, pagelaran tersebut menampilkan berbagai adat, seni, dan budaya dari sejumlah daerah di Indonesia sebagai bagian dari hiburan sekaligus pengenalan budaya kepada masyarakat.

Menurut Wali Kota Blitar, terdapat 40 penampilan dalam pagelaran tahun ini. Penampilan tersebut dirancang untuk merepresentasikan budaya dari 34 provinsi di Indonesia.

Pagelaran tersebut juga ditempatkan dalam rangkaian perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Momentum tersebut digunakan untuk memperkenalkan keragaman budaya Indonesia kepada masyarakat sekaligus memperkuat pemahaman mengenai identitas Indonesia sebagai negara yang memiliki beragam suku, adat, dan kebudayaan.

“Karena kita mempunyai ribuan budaya Nusantara akan kita tampilkan dengan 40 penampilan. 40 penampilan itu mewakili 34 provinsi seluruh Indonesia,” kata Wali Kota Blitar.

Ia menjelaskan, keberagaman budaya yang ditampilkan dalam BEN Carnival diharapkan dapat menjadi sarana pembelajaran bagi masyarakat. Melalui pertunjukan seni dan budaya, masyarakat dapat mengenal berbagai adat istiadat yang berkembang di wilayah Indonesia.

Pagelaran tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Blitar menghadirkan kegiatan kebudayaan yang dapat dinikmati masyarakat dalam suasana perayaan kemerdekaan.

“Alangkah baiknya kalau kita menampilkan budaya Nusantara sebagai bentuk pembelajaran sekaligus hiburan masyarakat tentang adat istiadat Nusantara,” ujar Mas Ibin.

Selain perubahan waktu pelaksanaan, Pemerintah Kota Blitar juga melakukan sejumlah penyesuaian dari sisi teknis penyelenggaraan. Salah satunya berkaitan dengan pembatas atau pagar yang digunakan di sepanjang lokasi pertunjukan.

Pada pelaksanaan sebelumnya, pagar besi dinilai cukup membatasi pandangan masyarakat. Tahun ini, pembatas dibuat lebih rendah sehingga masyarakat dapat melihat pertunjukan dengan lebih leluasa.

“Kalau kemarin mungkin di pagar besi penuh, kalau sekarang pagarnya lebih pendek sehingga masyarakat bisa leluasa dalam melihat dan menikmati,” kata Wali Kota.

Pemerintah Kota Blitar juga membuka kemungkinan untuk memperpanjang rute BEN Carnival pada penyelenggaraan mendatang. Perpanjangan rute dinilai dapat memberikan ruang lebih luas bagi masyarakat untuk menyaksikan pertunjukan budaya.

Dari sisi konsep, Wali Kota menyebut penyelenggaraan tahun ini secara umum masih memiliki pola yang hampir sama dengan tahun sebelumnya. Perubahan lebih banyak diarahkan pada inovasi tampilan, tata letak, serta teknis penyajian agar pagelaran dapat terus berkembang.

Pelaksanaan BEN Carnival tahun ini juga berlangsung di tengah kebijakan efisiensi anggaran pemerintah. Namun, Pemerintah Kota Blitar menyatakan kegiatan yang berkaitan dengan masyarakat tetap menjadi perhatian.

Wali Kota mengatakan efisiensi lebih diarahkan pada internal pemerintahan, sementara kegiatan yang melibatkan masyarakat dan menghadirkan hiburan tetap dilaksanakan.

“Kalau konsepnya dengan tahun kemarin sebenarnya hampir sama, tidak ada perubahan. Walaupun di tengah-tengah efisiensi, dalam acara hal-hal yang melibatkan masyarakat, dalam acara yang menyuguhkan hiburan untuk masyarakat kami tetap lakukan,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan yang melibatkan masyarakat dipandang sebagai bagian dari hubungan antara pemerintah dan warga. Karena itu, kegiatan publik seperti BEN Carnival tetap diselenggarakan dengan konsep yang disesuaikan dengan kondisi anggaran.

Peserta BEN Carnival mayoritas berasal dari Kota Blitar. Namun, sejumlah talenta dari daerah lain juga dilibatkan untuk memenuhi kebutuhan penampilan seni dan budaya yang beragam.

Keterlibatan seniman atau talenta dari luar daerah dilakukan karena kebutuhan pertunjukan tidak seluruhnya dapat dipenuhi oleh sumber daya lokal. Termasuk untuk penari dan pengisi acara dengan kemampuan tertentu.

“Peserta Kota Blitar, juga ada beberapa daerah lain yang menyumbangkan talent-talent-nya. Mungkin di Kota Blitar ada beberapa yang kita harus ambil dari daerah yang lain karena menampilkan banyak seni, termasuk bakat budaya termasuk penari,” kata Mas Ibin.

Melalui penyelenggaraan BEN Carnival, Pemerintah Kota Blitar juga menargetkan penguatan identitas kota sebagai daerah yang memiliki perhatian terhadap kebudayaan. Agenda tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu daya tarik bagi masyarakat maupun pengunjung dari luar daerah.

Wali Kota mengatakan, pengembangan kegiatan budaya dapat berjalan seiring dengan upaya memperkuat posisi Kota Blitar sebagai kota yang memiliki beragam atraksi kebudayaan.

Dengan menampilkan puluhan pertunjukan yang merepresentasikan budaya dari berbagai wilayah Indonesia, BEN Carnival tahun kelima tidak hanya menjadi agenda hiburan tahunan, tetapi juga menjadi ruang pengenalan keragaman budaya Nusantara kepada masyarakat Kota Blitar.

Penyelenggaraan pada malam hari menjadi salah satu perubahan utama pada edisi kelima, sementara pengembangan rute dan inovasi teknis masih akan menjadi bagian dari evaluasi untuk penyelenggaraan BEN Carnival pada tahun-tahun berikutnya. (Wiro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *