banner 300250
banner 300250
BudayaDAERAHEkonomiGaya HidupKESRAMARVESPemerintah Daerahsosial

Siraman Gong Kiai Pradah Blitar: Warisan Budaya yang Dorong Ekonomi Rakyat

×

Siraman Gong Kiai Pradah Blitar: Warisan Budaya yang Dorong Ekonomi Rakyat

Sebarkan artikel ini
Prosesi Siraman Gong Kiai Pradah

BLITAR, Kabinetri.id— Tradisi tahunan Siraman Gong Kiai Pradah kembali digelar Pemerintah Kabupaten Blitar pada Kamis Legi dalam rangkaian bulan Maulid atau Rabiul Awal. Selain mempertahankan warisan budaya dan nilai spiritual masyarakat, ritual jamasan tersebut juga menjadi magnet wisata sekaligus mendorong aktivitas ekonomi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Prosesi Siraman atau Jamasan  Gong Kiai Pradah berlangsung khidmat dan meriah dengan dihadiri ribuan masyarakat dari Blitar maupun luar daerah. Kehadiran warga dalam jumlah besar turut memberikan dampak terhadap aktivitas perdagangan di sekitar lokasi kegiatan.

Bupati Blitar Rijanto mengatakan, Siraman Gong Kiai Pradah merupakan tradisi yang lahir dari inisiatif masyarakat dan hingga kini terus dipertahankan secara turun-temurun. Menurutnya, tradisi tersebut mencerminkan kekompakan, keguyupan, serta kepedulian sosial masyarakat Blitar.

“Tradisi ini awalnya muncul dari masyarakat, berkat kekompakan dan keguyupan warga, yang kemudian didukung penuh oleh pemerintah daerah. Alhamdulillah, Gong Kiai Pradah telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda. Tugas kita sekarang adalah terus menyempurnakan kemasannya agar dampak ekonominya semakin nyata bagi warga,” ujar Rijanto.

Ia menilai penyelenggaraan agenda budaya tetap memiliki relevansi di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Alokasi APBD untuk kegiatan kebudayaan, kata dia, dapat menjadi bentuk investasi sosial-ekonomi karena mampu menghadirkan aktivitas ekonomi langsung bagi masyarakat.

“Jika bicara efisiensi, agenda ini justru merupakan langkah nyata untuk menyentuh kehidupan masyarakat lapisan bawah. Kita menyaksikan sendiri bagaimana para pedagang kecil dan pelaku UMKM tersenyum puas karena dagangannya laris manis,” katanya.

Siraman Gong Kiai Pradah dilaksanakan setiap bulan Maulid atau Rabiul Awal. Selain menjadi bagian dari tradisi masyarakat, ritual jamasan tersebut berkembang sebagai daya tarik wisata budaya yang mendatangkan pengunjung dari berbagai daerah.

Pemkab Blitar selanjutnya berkomitmen mengevaluasi dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan, termasuk melalui inovasi dalam pengemasan acara. Pengembangan tersebut diarahkan agar tradisi semakin menarik sebagai destinasi wisata tanpa menghilangkan nilai kesakralan dan sejarah yang melekat.

Integrasi pelestarian budaya dengan promosi pariwisata dan ekonomi kreatif diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan tradisi sekaligus memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Upacara Jamasan Gong Kiai Pradah turut dihadiri Bupati Blitar Rijanto bersama istrinya Ninik Rijanto, Wakil Bupati Blitar Beky Herdihansah bersama istrinya Arina Beky, Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin bersama istrinya Kharisa Rizki Umami Muhibbin, Sekretaris Daerah Kabupaten Blitar, jajaran Forkopimda, kepala OPD, serta ribuan masyarakat. (Wiro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *