Jakarta, swarabhayangkara.com – Ada yang tak biasa di sekretriat Gabungan Seniman Indonesia yang terletak di Jl.Wijaya I, Jakarta Selatan (5/7). Gedung berlantai 3 itu sesak dengan para seniman semisal Kadir, Tessy, Tarzan, Polo, Dwi Yan, Roy Marten dan sebagainya.
Mereka berkumpul hari ini karena ada dua cara, yakni merayakan hari ulang tahun Sekjen GSI, Brigjen Pol (P).Drs. Siswandi, SH yang kebetulan lahirnya sama dengan Dekrit Presiden 5 Juli 1959 lalu.
“Hari ini kita mensyukuri usia kita berkurang 1 tahun. Jafi bukan nambah. Nambah itu pengertian yang salah. Jadi hari ini usia saya sudah berkurang lagi 1 tahun. Kami merayakan kecil-kecilan di Kantor Gabungan Seniman Indonesia (GSI). Dan ini salah satu relawannya Jokowi Ganjar pranowo. Jadi daripada merayakan sendiri di rumah, mending sekalian kumpul-kumpul sama temen-temen seniman,” tandas Siswandi.
Selain itu, yang kedua adalah syukuran sekaligus,” Yah mohon doa restunya untuk putra kami Aldo yang telah lulus pada tingkat Metro dan akan dikirim ke tingkat Pusat di Semarang. Tadi malam sudah dilaksanakan doa anak yatim piatu berjumlah 40 orang untuk mendoakan supaya dimudahkan, dilancarkan, diberikan kesehatan, keselamatan sampai pendidikan di Taruna Akpol,” urai Jenderal yang dekat dengan para seniman ini.
Dia berkisah, putranya itu saat masih kelas 2 SMA sudah diwawancarai sama Media. Cita-citamu apa dia menjawab akan menjadi Polisi. Meneruskan generasi ayah saya. Itu saat masih kelas 2. Kemarin dalam wawancara ditanya kenapa kamu masuk Polisi? Dia menjawab, ya cita-cita saya dari kecil memang masuk Polisi. “Kebetulan orang tua saya itu mantan polisi. Kakek saya mantan polisi. Jadi saya meneruskan trah kepolisian kami dengan sepenuh hati,” urai Suswadi berkisah.

” Saya mohon doa restu untuk keberhasilan dan kesuksesan anak kami. Ini adalah hadiah ulang tahun terindah buat saya, ayahnya. Semoga juga jadi hadiah ulang tahun terindah bagi Ibunya yang berulang tahun pada 7 Juli.
Mengenai GSI sendiri, Siswandi menegaskan bahwa Gabungan Seniman Indonesia tidak berpolitik praktis. Mereka mendukung Ganjar Pranowo bukan karena unsur politiknya tapi karena rasa simpati.
“Kami melihat cara kerjanya, cara ngomong gaulnya, cara apapun bersahaja hingga kami jatuh hati dengan Ganjar Pranowo. Kami mendirikan relawan dan menyatukan seniman apapun. Kami digabungkan dengan rasa yang sama. Maka jadilah relawan Ganjar, Gabungan Seniman Indonesia Ganjar pranowo. Ketuanya adalah Roy Martin. Nah karena saya pernah jadi produser disalah satu film karya saya, Tiga Pilihan, saya didapuk jadi Sekjen. Kita sudah banyak melakukan kegiatan sudah kemana-mana. Intinya mendeklarasikan seorang sosok Ganjar pranowo, sebagai capres RI 2024 2029, ” jelas Siswandi.
Lanjutnya lagi, semua seniman apa aja gabung disini. Ada seniman ketoprak, Ludruk, Wayang, Tari, Artis, Penyanyi dan sebagainya. Di pusat anggotanya mencapai 247 orang.
Kepengurusan di daerah pun sudah terbentuk semisal. Jawa Timur, Banten, Jawa Barat dan sebagainya.

” Kegiatan kami sudah berjalan. Ini yang bergerak kita bagi-bagi tugas. Ada sebagian bergerak di Banten. Ada yang di Tangerang, Surabaya, Cirebon, Salatiga dan Sidoarjo. Terus berkegiatan sampai dengan 2024 sampai ada pemenangan. Jadi kalau ini berlanjut ya kita lanjut.”
Kenapa para seniman itu bertekat bulat dalam satu wadah? ” Sudah 7 presiden yang kita punya tapi belum ada yang memperhatikan tentang seniman dan budaya secara full.Jadi target kita agar se-Indonesia itu mempunyai kantor seniman dan budaya. Sampai dengan kota dan Kabupaten harus ada yang namanya gedung seniman. Dan kita nanti dipimpin tidak dibawah seirang m enteri tapi Badan Seniman dan Budaya tersendiri yang diketuai oleh seorang kepala Badan,” pungkas Siswandi.
Iss














