Blitar, Kabinetri.id— Kasus superflu yang belakangan ramai diperbincangkan masyarakat kini dikonfirmasi telah terdeteksi masuk ke Indonesia. Superflu diketahui merupakan varian terbaru dari virus influenza A (H3N2) subclade K, hasil mutasi dari virus influenza musiman yang selama ini sudah dikenal. Meski demikian, masyarakat diminta tidak panik berlebihan dan tetap menerapkan pola hidup sehat.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, Christine Indrawati, menjelaskan bahwa secara klinis, gejala superflu hampir sama dengan flu biasa. Keluhan yang muncul meliputi demam, nyeri badan, batuk, pilek, hingga nyeri tenggorokan. Karena kemiripan tersebut, banyak warga yang sulit membedakan antara flu musiman dengan superflu.
“Gejalanya hampir sama dengan flu pada umumnya, seperti demam, nyeri badan, batuk, pilek, dan nyeri tenggorokan,” ujar Christine saat dikonfirmasi, Sabtu (10/01).
Ia menegaskan bahwa hingga saat ini belum ditemukan gejala khusus atau spesifik yang membedakan superflu secara mencolok.
Meski demikian, terdapat satu hal yang perlu diwaspadai. Menurut Christine, perbedaan utama terletak pada masa inkubasi dan durasi pemulihan. Pada orang yang belum pernah terpapar virus serupa sebelumnya, proses penyembuhan bisa berlangsung lebih lama dibandingkan flu biasa. Kondisi ini membuat penderita merasa tidak kunjung fit meski gejalanya terlihat ringan.
“Jika tubuh seseorang belum pernah terpapar virus superflu sebelumnya, maka proses pemulihan cenderung lebih lama,” ungkapnya. Kendati demikian, Christine memastikan bahwa hingga kini belum ada indikasi keganasan tinggi seperti yang sempat terjadi pada awal kemunculan Covid-19.
Terkait pencegahan, Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar menyebut bahwa penanganan superflu masih mengacu pada protokol kesehatan umum. Masyarakat yang sedang sakit dianjurkan menggunakan masker, terutama saat berada di ruang tertutup atau tempat umum, guna mencegah penularan ke orang lain.
“Tidak ada gejala khas seperti Covid-19 dulu. Cara pencegahannya juga sama. Yang sakit sebaiknya memakai masker, terutama di tempat tertutup,” jelas Christine.
Selain itu, Dinkes Blitar juga mengimbau masyarakat untuk menjaga daya tahan tubuh. Caranya dengan istirahat yang cukup, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, rutin berolahraga, serta memperbanyak minum air putih. Jika mengalami gejala flu yang berkepanjangan atau memburuk, warga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.
Dengan kewaspadaan yang tepat dan informasi yang benar, masyarakat diharapkan tetap tenang serta tidak mudah terpengaruh isu yang belum tentu valid terkait superflu. (Wiro)














