Kota Blitar, Kabinetri.id– Menjelang Hari Raya Idul Adha 2026, Polres Blitar Kota memastikan ketersediaan dan stabilitas harga energi bersubsidi melalui inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah titik, Kamis (16/4/2026). Hasilnya, stok BBM dan LPG secara umum dinyatakan aman dan distribusi berjalan terkendali.
Sidak dilakukan oleh Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Blitar Kota yang dipimpin Kanit Pidekter, Iptu Yuno Sukaito, S.IP, bersama tim serta melibatkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Blitar dan perwakilan Hiswana Migas Kediri.
Pengecekan menyasar sejumlah lokasi strategis, di antaranya SPBU Kebonrojo, pangkalan LPG 3 kilogram di Toko 19 Jalan Dr. Wahidin, serta Hotel Puri Perdana di Kecamatan Kepanjenkidul.
Dari hasil pemantauan di SPBU Kebonrojo, stok BBM bersubsidi terpantau mencukupi. Tercatat, Pertalite tersedia sebanyak 22.000 liter dengan harga Rp10.000 per liter, sedangkan Bio Solar mencapai 10.000 liter dengan harga Rp6.800 per liter.
Sementara itu, di pangkalan LPG 3 kilogram Toko 19, petugas mendapati stok dalam kondisi kosong saat sidak berlangsung. Meski demikian, distribusi dari agen PT Pandu Anugrah Inti dilaporkan berjalan lancar dengan pengiriman rutin sekitar tiga kali per minggu, masing-masing sekitar 100 tabung. Harga jual LPG 3 kilogram di lokasi tersebut tercatat Rp18.000 per tabung.
Tim juga melakukan pengecekan di Cafe Kalapadi, Hotel Puri Perdana, yang menggunakan LPG non-subsidi untuk operasional, yakni satu tabung LPG 50 kilogram dan dua tabung LPG 12 kilogram.
“,Secara keseluruhan, hasil sidak menunjukkan kondisi stok dan harga energi bersubsidi di wilayah hukum Polres Blitar Kota masih dalam kategori aman dan terkendali”, kata Iptu Yuno Sukaito (16/4)
Polres Blitar Kota menegaskan akan terus meningkatkan pengawasan distribusi energi bersubsidi guna memastikan ketersediaan tetap terjaga dan tepat sasaran, terutama menjelang Idul Adha 2026.
Langkah pengawasan ini menjadi bagian dari upaya preventif aparat dalam menjaga stabilitas pasokan energi di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang hari besar keagamaan. (Wiro)














