TULUNGAGUNG, Kabinetri.id— Pasca operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar Komisi Pemberantasan Korupsi pada Jumat (10/4/2026) malam, sebanyak 12 pejabat dari lingkungan Pemerintah Kabupaten dan DPRD Tulungagung dibawa ke Surabaya untuk menjalani pemeriksaan lanjutan, Sabtu (11/4/2026).
Rombongan pejabat tersebut diberangkatkan dari Mapolres Tulungagung sekitar pukul 06.33 WIB menggunakan bus Harapan Jaya dengan pengawalan ketat aparat kepolisian. Mereka terdiri dari unsur eksekutif dan legislatif, mulai dari kepala bagian, kepala dinas, hingga ajudan bupati dan anggota DPRD.
Sementara itu, Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, yang turut terjaring dalam OTT, telah lebih dahulu dibawa ke Jakarta melalui Bandara Juanda untuk menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih KPK.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyampaikan bahwa pemeriksaan lanjutan dilakukan sebagai bagian dari pendalaman kasus.
“Dalam lanjutan kegiatan penyelidikan tertutup di wilayah Jawa Timur, pagi ini tim membawa Bupati Tulungagung ke Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya.
Dalam OTT tersebut, KPK mengamankan total 16 orang. Namun, sebagian di antaranya telah dipulangkan setelah menjalani pemeriksaan awal, sementara 12 orang lainnya dibawa ke Surabaya untuk proses lanjutan.
Adapun pejabat yang dibawa ke Surabaya antara lain sejumlah kepala bagian di lingkungan Setda, kepala dinas strategis seperti PUPR, Pertanian, BPKAD, hingga Kepala Satpol PP dan anggota DPRD Tulungagung.
Di sisi lain, beberapa pejabat Pemkab Tulungagung dilaporkan tidak ikut dibawa KPK dan telah dipulangkan, termasuk Penjabat Sekda, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Sosial, serta Direktur RSUD dr Iskak.
Selain melakukan penindakan, tim penyidik KPK juga sempat melakukan penyisiran di Kantor Dinas PUPR Tulungagung yang berada di kompleks perkantoran Pemkab.
Hingga kini, KPK belum mengungkap secara rinci perkara yang menjadi dasar OTT tersebut. Namun, langkah cepat membawa sejumlah pejabat ke Surabaya dan Jakarta mengindikasikan adanya dugaan kuat praktik korupsi yang tengah didalami secara intensif. (Wiro)
Kesimpulan:
OTT KPK di Tulungagung memasuki tahap krusial dengan pemisahan lokasi pemeriksaan antara Surabaya dan Jakarta. Fokus penyidik kini mengarah pada pengembangan kasus yang melibatkan sejumlah pejabat kunci di lingkungan pemerintahan daerah.














