BLITAR, Kabinetri.id– Anggota DPR RI Romi Soekarno mengajak generasi muda dan pemilih pemula untuk menjadi bagian aktif dalam penguatan demokrasi Indonesia melalui pemahaman politik yang sehat serta kesiapan menghadapi era digital. Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih Berkelanjutan yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI bekerja sama dengan KPU Kota Blitar dan KPU Kabupaten Blitar di Hotel Santika Blitar, pada 21-22 Juni 2026.
Program yang menyasar pemilih pemula, generasi muda, dan kalangan mahasiswa tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan KPU untuk meningkatkan kesadaran politik sekaligus mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam setiap proses demokrasi. Dalam kegiatan itu, peserta dibekali pengetahuan kepemiluan, literasi politik, hingga wawasan mengenai transformasi digital dalam sistem pemilu.
Romi Soekarno menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam menentukan arah masa depan bangsa. Karena itu, selain memahami teknologi, mereka juga harus memiliki fondasi nilai yang kuat agar tidak mudah terpengaruh tekanan maupun praktik politik uang.
“Saya cukup kaget, intelektual mereka ternyata bisa setara dengan apa yang saya bicarakan. Terutama mengenai digitalisasi, pemilu, e-counting, hingga teknologi yang harus kita hadapi 10 tahun ke depan,” ujar Romi usai kegiatan (22/6).
Menurutnya, perkembangan teknologi harus diimbangi dengan pembentukan karakter yang berlandaskan “Jiwa Merdeka“, sebuah nilai yang diwariskan Bung Karno kepada generasi penerus bangsa. Nilai tersebut dinilai penting agar pemilih muda mampu menentukan pilihan secara independen dan rasional.
“Jiwa merdeka itu tidak mempan dengan tekanan dan tidak mempan disogok. Kalau kita hitung, uang Rp100 ribu jika dibagi untuk masa jabatan lima tahun nilainya sangat kecil. Artinya, kalau mereka tergiur, mereka justru merugikan diri sendiri,” tegasnya.
Dalam forum tersebut, Romi juga mendorong implementasi pemilu digital sebagai langkah menuju sistem demokrasi yang lebih modern, transparan, dan efisien. Bahkan, ia mengusulkan agar Blitar dapat menjadi laboratorium demokrasi modern yang menguji berbagai inovasi dalam penyelenggaraan pemilu di masa depan.
Kegiatan sosialisasi ini turut memperkuat sinergi antara penyelenggara pemilu dan dunia pendidikan. KPU menggandeng Cabang Dinas Pendidikan untuk menjangkau siswa SMA, SMK, serta mahasiswa sebagai kelompok pemilih strategis yang akan mendominasi pemilu mendatang.
Romi menyebut jumlah pemilih dari kalangan Generasi Z saat ini sangat besar dan menjadi faktor penentu arah kebijakan nasional. Oleh sebab itu, edukasi politik yang berkelanjutan harus terus dilakukan agar lahir generasi yang kritis, melek teknologi, dan memiliki komitmen kuat terhadap nilai-nilai demokrasi.
“Kesimpulannya, saya senang sekali karena Gen Z ternyata tidak buta teknologi, mereka mengerti politik, dan bisa berinteraksi dengan saya dengan sangat baik. Kuncinya adalah konsistensi sosialisasi agar Jiwa Merdeka ini benar-benar mereka capai,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, KPU RI berharap tingkat literasi politik masyarakat, khususnya generasi muda, terus meningkat sehingga partisipasi pemilih dalam pemilu mendatang tidak hanya tinggi secara kuantitas, tetapi juga berkualitas dalam menentukan pilihan politik secara sadar dan bertanggung jawab. (Wiro)














