BLITAR, Kabinetri.id– Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, menambah kuota program bantuan bedah rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Kota Blitar. Tambahan sebanyak 444 unit membuat total rumah tidak layak huni (RTLH) yang akan direnovasi meningkat dari semula 300 unit menjadi 744 unit.
Penambahan tersebut disampaikan Maruarar saat meninjau langsung calon penerima manfaat di Kota Blitar, Kamis (2/7/2026). Menurutnya, percepatan program merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden Prabowo Subianto agar penanganan rumah tidak layak huni dilakukan secara cepat dan tuntas.
“Presiden Prabowo meminta saya sebagai anak buahnya untuk kerja turun lapangan dan langsung menyelesaikan masalah dengan cepat. Kita tidak mau basa-basi, kerja harus tuntas,” kata Maruarar (2/7).
Program bedah rumah dijadwalkan mulai dikerjakan pada 10 Juli 2026 dan ditargetkan selesai pada 10 Oktober 2026. Setiap penerima bantuan memperoleh dana Rp20 juta untuk pembelian material bangunan serta Rp2,5 juta untuk upah tenaga kerja.
Maruarar mengatakan pelaksanaan program menggunakan sistem padat karya dengan melibatkan masyarakat setempat. Salah satu penerima manfaat, Broto, yang berprofesi sebagai tukang bangunan, akan ikut mengerjakan renovasi rumahnya sendiri.
Ia juga mengapresiasi kelompok masyarakat di Kota Blitar yang mampu melakukan efisiensi dalam pengadaan material bangunan. Menurutnya, penghematan anggaran tersebut dapat dimanfaatkan kembali untuk menambah kebutuhan material, seperti semen dan cat, sehingga hasil renovasi menjadi lebih optimal.
Selain memastikan percepatan pelaksanaan program, Maruarar meminta masyarakat ikut mengawasi proses pengerjaan agar berjalan transparan dan bebas dari praktik korupsi maupun pungutan liar.
“Uangnya kembali ke rakyat, jadi rakyat wajib mengawasi. Kalau ada yang korupsi atau pungli, foto, video, dan viralkan,” tegasnya.
Pemerintah menargetkan seluruh proses renovasi 744 rumah di Kota Blitar dapat diselesaikan tepat waktu sehingga masyarakat berpenghasilan rendah segera menempati hunian yang lebih layak. (Wiro)














