BLITAR, Kabinetri.id– Ribuan warga memadati sepanjang ruas jalan Desa Wonorejo, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar, Sabtu (11/7/2026) malam, untuk menyaksikan Kirab Budaya Nusantara yang menjadi puncak rangkaian peringatan Bersih Desa Wonorejo. Antusiasme masyarakat begitu tinggi hingga kawasan desa berubah menjadi lautan manusia yang dipenuhi sorak penonton dan kemeriahan parade budaya.
Sejak sore hari, warga telah berdatangan untuk mendapatkan lokasi terbaik. Tidak sedikit yang memilih duduk di pelataran rumah, tepi kebun, hingga halaman milik warga demi menyaksikan iring-iringan peserta kirab yang melintas sepanjang rute.
Mengusung tema “Kirab Budaya Nusantara Desa Wonorejo Manunggal Ing Karyo”, kegiatan ini menjadi wujud rasa syukur masyarakat sekaligus upaya melestarikan kekayaan budaya Indonesia melalui kreativitas warga desa.
Rute kirab sepanjang kurang lebih 2,3 kilometer dimulai dari perbatasan Kelurahan Bajang hingga berakhir di pertigaan Dusun Mungkung. Sementara panggung kehormatan ditempatkan di depan Lapangan Desa Wonorejo yang menjadi pusat perhatian ribuan penonton.
Kepala Desa Wonorejo, Fendriana Anitasari, mengatakan tema Nusantara dipilih agar masyarakat, khususnya generasi muda, kembali mengenal berbagai kisah dan legenda yang menjadi bagian dari warisan budaya bangsa.
“Tahun ini kami sengaja mengangkat tema Kirab Budaya Nusantara. Setiap peserta, baik dari tingkat RT maupun kelompok pemuda, menghadirkan cerita yang hidup di tengah masyarakat Indonesia. Peserta berasal dari lembaga desa, lingkungan RT, hingga Karang Taruna,” ujarnya.
Sepanjang perjalanan, puluhan kontingen menampilkan pertunjukan teatrikal yang mengangkat cerita rakyat dari berbagai daerah di Indonesia. Beragam tokoh legenda seperti Rama dan Sinta, Damar Wulan, hingga kisah Candi Prambanan dihadirkan melalui kostum, properti, replika megah, tata cahaya, dan iringan musik yang memukau penonton.
Nuansa kebinekaan begitu terasa ketika berbagai budaya dari Sabang hingga Merauke dipadukan dalam satu panggung jalanan. Kreativitas peserta terlihat dari detail kostum serta penghayatan mereka dalam membawakan setiap kisah yang ditampilkan.
Menurut Fendriana, antusiasme masyarakat pada penyelenggaraan tahun ini jauh melampaui perkiraan. Puluhan kelompok peserta telah mempersiapkan penampilannya selama berbulan-bulan sehingga menghasilkan suguhan budaya yang semakin berkualitas.
“Penampilannya sangat unik karena mereka benar-benar mendalami cerita rakyat yang dibawakan lewat kostum. Sepanjang rute saya melihat ada kisah Candi Prambanan, Rama dan Sinta, Damar Wulan, hingga berbagai legenda Nusantara lainnya yang dikemas sangat menarik,” katanya.
Tak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, Kirab Budaya Nusantara juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat. Ribuan pengunjung yang datang dari berbagai daerah membuat lapak kuliner, minuman, hingga berbagai usaha mikro milik warga dipadati pembeli sejak sore hingga acara usai.
“Banyak warga jualannya habis semua. Ada yang menjual makanan tradisional, kopi, es teh, dan semuanya laris karena penontonnya ribuan. Geliat ekonomi masyarakat Desa Wonorejo benar-benar terasa hidup,” ungkap Fendriana.
Selain pelaku UMKM, warga juga memperoleh tambahan pendapatan dari jasa parkir serta berbagai layanan pendukung lainnya selama kegiatan berlangsung.
Pemerintah Desa Wonorejo berharap Kirab Budaya Nusantara tidak hanya menjadi tradisi tahunan yang dinanti masyarakat, tetapi juga berkembang sebagai identitas desa sekaligus penggerak ekonomi berbasis budaya.
“Harapan kami, kegiatan seperti ini menjadi momentum untuk menggali sekaligus mengangkat potensi lokal Desa Wonorejo. UMKM bisa berkembang, masyarakat mendapat peluang usaha, dan produk-produk desa semakin dikenal luas. Pada akhirnya, roda perekonomian masyarakat bisa terus bergerak,” pungkasnya. (Wiro)














