KABINET RI Sabtu, 11 Juli 2026. Kantor Bersama Samsat Manyar kembali disorot wajib pajak. Sejumlah loket seperti cek fisik, verifikasi, dan pembayaran menjadi titik penumpukan yang membuat pelayanan berjalan lambat.

Salah satu wajib pajak yang mengurus ganti plat 5 tahunan bercerita tentang pengalamannya. Ia datang sejak pukul 08.00, namun baru selesai mengurus berkas sekitar pukul 12.30.
“Saya datang jam 08.00. Petugas tidak menjelaskan alur dengan jelas dan tidak memberi kepastian kapan dipanggil. Saat saya bertanya, jawabannya singkat dan nadanya kurang ramah. Setiap pindah loket harus menunggu lagi cukup lama. Tahu-tahu selesai jam 12.30,” ujarnya.

Keluhan serupa juga disampaikan pemohon lain. Banyak yang merasa pertanyaan dijawab terburu-buru dan kurang detail. Akibatnya mereka harus bolak-balik ke loket karena informasi di awal tidak lengkap.
Kondisi di dalam ruangan juga menambah ketidaknyamanan. Sejumlah petugas melayani dengan nada cepat, kurang sabar, dan minim senyum. Wajib pajak lansia paling terdampak karena penjelasan tidak diulang atau disederhanakan.
Kursi tunggu sudah penuh sejak pukul 09.00. Sebagian pemohon memilih berdiri atau menunggu di teras karena tidak ada kursi kosong. Papan alur layanan minim detail dan tidak ada estimasi waktu per loket, sehingga wajib pajak sering bertanya ulang ke petugas yang sama.
Bottleneck paling terasa terjadi di bagian verifikasi berkas dan pembayaran. Ditambah komunikasi staf yang kurang ramah, dampaknya jadi dua kali lipat. Waktu terbuang dan wajib pajak merasa tidak dihargai. Kondisi ini berpotensi menurunkan kepercayaan publik terhadap layanan Samsat.
Para wajib pajak berharap KB Samsat Manyar menjadikan ini catatan evaluasi. Mereka mengusulkan agar alur wajib pajak tahunan dan 5 tahunan dipisahkan. Selain itu, staf perlu dibekali pelatihan agar bisa melayani dengan sabar, nada ramah, dan penjelasan yang detail.
Kecepatan layanan memang penting, tetapi keramahan petugas sama pentingnya. Wajib pajak butuh kepastian waktu dan perlakuan yang menghargai. Dengan pembenahan SOP dan peningkatan budaya pelayanan, KB Samsat Manyar bisa menjadi contoh Samsat yang cepat sekaligus manusiawi.
Masalah lain yang turut meresahkan adalah keberadaan calo di area dalam dan luar kantor.
Salah satunya dialami Anwar. “Saya mau ke parkiran dihadang orang tidak dikenal. Katanya dia pengurus Samsat Manyar. Ditawari bantuan ganti plat 30 menit selesai. Saya risih dengan adanya calo seperti itu, sangat meresahkan,” katanya.
Dari pantauan media kami selaku pemerhati rakyat, maraknya calo di sekitar Samsat Manyar sangat disayangkan. Praktik ini merugikan masyarakat dan juga merugikan negara.
(Andis)














