BLITAR, Kabinetri.id– Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melanda wilayah perbatasan Desa Kaulon dan Desa Jegu, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar. Tim gabungan yang melibatkan TNI, Polri, Perhutani dan masyarakat berhasil memadamkan api setelah sekitar dua jam melakukan penanganan, dengan total lahan terdampak mencapai sekitar dua hektare.
Kebakaran tersebut diketahui setelah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar menerima laporan sekitar pukul 16.00 WIB. Kobaran api dilaporkan dengan cepat membesar dan membakar vegetasi di dua titik, yakni kawasan Petak D-1 Desa Kaulon dan Petak 1B Desa Jegu.
Babinsa Desa Kaulon Koramil 0808/09 Sutojayan, Serka Dwijo Saputro, segera bergerak menuju lokasi setelah mendapat informasi mengenai kebakaran tersebut. Di lokasi, ia bergabung dengan unsur gabungan untuk melakukan upaya pemadaman sekaligus mencegah api meluas ke kawasan lain.
Petugas dari berbagai unsur bersama masyarakat setempat bahu-membahu melokalisir api yang berada di kawasan perbatasan RT 01/RW 01 Desa Kaulon dan RT 01/RW 01 Desa Jegu. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah kobaran api merembet menuju kawasan hutan yang lebih luas maupun mendekati wilayah permukiman warga.
Upaya pemadaman dilakukan secara intensif dengan memanfaatkan peralatan yang tersedia di lapangan serta dukungan armada penanganan kebakaran. Setelah dilakukan penanganan, kobaran api akhirnya berhasil dipadamkan secara total sekitar pukul 18.25 WIB.
Pasca api berhasil dikendalikan, petugas tidak langsung meninggalkan lokasi. Tim gabungan melanjutkan pemantauan dan assessment untuk memastikan tidak terdapat sisa bara api yang berpotensi memicu munculnya kebakaran susulan.
“Begitu menerima informasi adanya kebakaran pada Sabtu sore, kami bersama unsur gabungan langsung menuju lokasi dan melakukan pemadaman. Sinergi antara TNI, Polri, Perhutani dan masyarakat dilakukan untuk melokalisir api agar tidak meluas. Setelah api padam, pemantauan terus dilakukan untuk memastikan tidak ada bara yang dapat memicu kebakaran kembali,” demikian keterangan dalam laporan penanganan di lokasi (6/9).
Berdasarkan data hasil assessment, luas lahan yang terdampak kebakaran mencapai sekitar dua hektare. Dari jumlah tersebut, sekitar 0,5 hektare berada di wilayah Desa Kaulon, sedangkan sekitar 1,5 hektare berada di wilayah Desa Jegu.
Tidak ada korban jiwa maupun warga yang mengalami luka dalam peristiwa tersebut. Kerugian material juga dilaporkan nihil. Kondisi lokasi setelah proses pemadaman dipastikan telah aman dan kondusif.
Sementara itu, penyebab munculnya titik api di kawasan tersebut hingga kini belum diketahui secara pasti dan masih dalam proses penyelidikan pihak berwenang. Penanganan Karhutla ini sekaligus menunjukkan pentingnya respons cepat dan koordinasi lintas instansi untuk mencegah kebakaran meluas, terutama di kawasan dengan vegetasi yang mudah terbakar. (Wiro)














