BLITAR, Kabinetri.id– Rumah BUMN Blitar mencatat omzet sekitar Rp16,3 juta dari penjualan produk UMKM binaan selama mengikuti Blitaria Expo 2026 yang digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-702 Kabupaten Blitar.
Pameran yang berlangsung selama empat hari, 6-9 Agustus 2026, di Alun-Alun Kanigoro tersebut menjadi ruang promosi sekaligus pemasaran bagi berbagai produk unggulan UMKM Kabupaten Blitar.
Keikutsertaan Rumah BUMN Blitar dalam kegiatan tersebut dilakukan dengan menghadirkan sejumlah produk dari pelaku usaha binaannya. Produk yang dipamerkan meliputi makanan dan minuman, kerajinan, fashion, produk pertanian dan peternakan, hingga usaha di bidang digital marketing.
Pemangku Rumah BUMN Blitar, Sulistyaningsih, mengatakan kehadiran dalam Blitaria Expo 2026 menjadi kesempatan untuk memperkenalkan produk UMKM binaan kepada masyarakat secara lebih luas.
“Tujuannya adalah mengenalkan produk-produk UMKM, memperluas akses pasar produk UMKM serta mengenalkan fungsi dan peran Rumah BUMN,” ujar Sulistyaningsih (9/8).
Menurutnya, Rumah BUMN Blitar saat ini memiliki sekitar 1425 pelaku UMKM yang menjadi binaan. Mereka bergerak di berbagai sektor usaha, mulai kuliner, kerajinan, peternakan, pertanian, fashion hingga jasa digital marketing.
Keberagaman sektor usaha tersebut menjadi potensi yang dapat terus dikembangkan untuk memperkuat produk lokal sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas.
Selain memberikan ruang promosi, Blitaria Expo 2026 juga memberikan dampak langsung terhadap transaksi produk UMKM binaan Rumah BUMN Blitar.
Selama empat hari pelaksanaan expo, omzet penjualan tercatat sekitar Rp16,3 juta atau rata-rata mencapai Rp4,1 juta setiap hari.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa kegiatan pameran masih menjadi salah satu sarana efektif bagi pelaku UMKM untuk bertemu langsung dengan konsumen. Selain transaksi, pelaku usaha juga dapat memperkenalkan merek, membangun jejaring dan berpotensi mendapatkan pelanggan baru.
Blitaria Expo 2026 sendiri dibuka Bupati Blitar Rijanto bersama Wakil Bupati Blitar Beky Herdihansah pada Kamis (6/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi salah satu agenda dalam rangkaian Hari Jadi ke-702 Kabupaten Blitar sekaligus ruang untuk menampilkan potensi daerah, inovasi layanan serta berbagai produk unggulan UMKM dan UKM dari sejumlah wilayah di Kabupaten Blitar.
Bagi Rumah BUMN Blitar, keterlibatan dalam kegiatan promosi semacam ini juga menjadi bagian dari upaya mendorong pelaku UMKM agar semakin berkembang.
Pembinaan UMKM tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menghasilkan produk, tetapi juga mencakup penguatan kapasitas usaha, pemasaran, pemanfaatan teknologi digital dan perluasan akses pasar.
Sulistyaningsih berharap kegiatan promosi produk lokal seperti Blitaria Expo dapat terus digelar secara berkelanjutan.
“Harapannya event-event seperti ini berlanjut dan sangat bagus untuk mengenalkan produk-produk unggulan Kabupaten Blitar,” katanya.
Menurutnya, semakin banyak ruang promosi yang tersedia, semakin besar peluang pelaku UMKM untuk memperkenalkan produknya kepada masyarakat dan memperluas jaringan pemasaran.
Keberlanjutan kegiatan tersebut dinilai penting untuk membangun ekosistem UMKM yang semakin kuat. Selain dukungan pemerintah dan pendampingan bagi pelaku usaha, masyarakat juga memiliki peran melalui pilihan untuk membeli dan menggunakan produk lokal.
Dengan demikian, kehadiran Rumah BUMN Blitar di Blitaria Expo 2026 tidak hanya menjadi bagian dari perayaan Hari Jadi ke-702 Kabupaten Blitar, tetapi juga menjadi momentum mempertemukan produk UMKM binaan dengan konsumen secara langsung.
Capaian omzet Rp16,3 juta selama empat hari menjadi salah satu indikator bahwa ruang promosi dan pemasaran tetap dibutuhkan pelaku UMKM untuk memperkuat merek, meningkatkan transaksi dan membuka peluang pasar baru. (Wiro)














