BLITAR, Kabinetri.id– Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi Partai Golkar, Jairi Irawan, mendorong penguatan ekonomi kreatif melalui pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) yang dipadukan dengan platform desain grafis Canva. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi dan pelatihan bagi para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) di Wajawa Cafe, Kota Blitar, Senin (20/7/2026).
Kegiatan tersebut diikuti 128 pendamping PKH dari Kabupaten dan Kota Blitar sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam menghadapi tantangan era digital sekaligus memperkuat program pemberdayaan masyarakat.
Jairi mengatakan, perkembangan teknologi harus dimanfaatkan sebagai instrumen untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat, termasuk bagi keluarga penerima manfaat program bantuan sosial.
“Saat ini kita berada di era di mana teknologi bisa menjadi akselerator ekonomi. Melalui pemanfaatan AI yang diintegrasikan dengan Canva, kita ingin memberikan alat yang mudah digunakan masyarakat untuk mulai membangun bisnis kreatif mereka,” ujar Jairi.
Menurutnya, keterampilan digital kini menjadi kebutuhan penting. Karena itu, para pendamping PKH diharapkan mampu menguasai teknologi tersebut sebelum nantinya diteruskan kepada keluarga penerima manfaat (KPM) di wilayah dampingan masing-masing.
Sementara itu, Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Blitar, Whenny Diyah Susilowati, menyampaikan bahwa pada Program KPM Jawara Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Blitar mengusulkan 100 Keluarga Penerima Manfaat dengan sasaran kelompok desil 3 dan desil 4.
Selain itu, Dinas Sosial juga mengajukan sejumlah program pendukung lainnya, di antaranya KPM Jawara, TPSA, serta pengadaan mobil operasional untuk mendukung sektor pendidikan.
Whenny berharap seluruh peserta mampu mengoptimalkan hasil pelatihan dalam menjalankan tugas di lapangan, khususnya dalam pengusulan program KPM-PPSI, sekaligus meningkatkan kualitas pengelolaan dan pemutakhiran data penerima manfaat.
“Hasil kegiatan ini akan kami laporkan kepada pimpinan, kemudian kami koordinasikan dengan Pemerintah Provinsi. Kami berperan sebagai penghubung antara kebutuhan masyarakat di lapangan dengan program yang tersedia di tingkat provinsi,” katanya.
Pelatihan tersebut juga diarahkan sebagai bekal bagi para pendamping PKH dalam mempersiapkan keluarga penerima manfaat menuju graduasi mandiri, yakni kondisi ketika peserta PKH dinilai telah memiliki kemandirian ekonomi sehingga tidak lagi bergantung pada bantuan pemerintah.
Jairi menegaskan, graduasi PKH seharusnya menjadi indikator keberhasilan, bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Karena itu, masyarakat perlu dibekali keterampilan yang relevan dengan perkembangan pasar, termasuk kemampuan memanfaatkan teknologi AI untuk mengembangkan usaha kreatif.
“Kami tidak ingin penerima manfaat hanya keluar dari program bantuan tanpa memiliki fondasi ekonomi yang kuat. Melalui pelatihan industri kreatif berbasis AI ini, kami ingin mencetak wirausahawan baru sehingga saat mereka graduasi, mereka sudah siap membangun usaha secara mandiri,” tegasnya.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta tampak antusias mempraktikkan berbagai fitur berbasis kecerdasan buatan pada Canva, mulai dari pembuatan desain kemasan produk hingga konten promosi digital yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan UMKM dan usaha kreatif di daerah. (Wiro)














