BLITAR, Kabinetri.id– UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-22 dengan tagline “Melestarikan Pemikiran Bung Karno,Memartabatkan Bangsa” menegaskan komitmennya sebagai pusat pelestarian sekaligus penyebaran pemikiran Presiden pertama RI, Ir. Soekarno. Momentum tersebut juga menjadi penguat langkah perpustakaan dalam meningkatkan budaya literasi sejarah dengan menargetkan kunjungan lebih dari 1,3 juta orang setiap tahun.
Kepala UPT Perpustakaan Bung Karno, Nurny Syam, S.Sos., M.M., mengatakan peringatan HUT ke-22 menjadi refleksi sekaligus motivasi bagi seluruh jajaran untuk terus menghadirkan layanan terbaik bagi masyarakat.
“Harapan kami, Perpustakaan Bung Karno semakin sukses dalam melestarikan pemikiran Bung Karno kepada masyarakat Indonesia pada umumnya dan masyarakat Blitar pada khususnya,” ujar Nurny.
Rangkaian peringatan HUT berlangsung selama tiga hari dengan berbagai kegiatan edukatif dan kebersamaan. Kegiatan diawali sejak 1 Juli melalui sejumlah perlombaan internal yang melibatkan seluruh pegawai, mulai pustakawan, tenaga kontrak, petugas keamanan hingga petugas kebersihan.
Berbagai lomba bertema kebersamaan seperti tebak wajah, tebak lagu, hingga lomba swafoto turut memeriahkan peringatan hari jadi. Selain itu, digelar doa bersama yang dilanjutkan dengan kegiatan jalan sehat sebagai penutup rangkaian perayaan.
Di sisi lain, Perpustakaan Bung Karno mencatat tren kunjungan yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Target tahunan sebanyak 1,3 juta pengunjung disebut selalu tercapai, bahkan melampaui target yang telah ditetapkan.
Menurut Nurny, tingginya antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa Perpustakaan Bung Karno tidak hanya menjadi destinasi wisata sejarah, tetapi juga pusat pembelajaran mengenai nilai-nilai perjuangan dan pemikiran Bung Karno.
Ia pun mengajak masyarakat agar kunjungan ke kawasan Bung Karno tidak sekadar menjadi wisata ziarah, melainkan juga sarana memperdalam gagasan sang proklamator.
“Jangan hanya mewarisi abunya, tetapi warisilah pemikirannya, warisilah apinya Bung Karno. Apinya itu ada di Perpustakaan Bung Karno,” tegasnya (3/7).
Untuk mendukung kebutuhan pengunjung dari berbagai kalangan, Perpustakaan Bung Karno terus mengembangkan layanan berbasis konsep GLAM (Gallery, Library, Archive and Museum). Konsep tersebut mengintegrasikan fungsi perpustakaan, museum, galeri, serta arsip dalam satu kawasan sehingga masyarakat dapat memperoleh pengalaman belajar yang lebih lengkap.
Selain menyediakan koleksi yang terus bertambah, perpustakaan juga rutin menggelar program edukasi seperti Kelas Bung Karno yang diselenggarakan setiap Sabtu maupun saat menerima kunjungan rombongan pelajar dan masyarakat.
Meski pengembangan fisik bangunan masih menyesuaikan kebijakan efisiensi anggaran pemerintah, Perpustakaan Bung Karno memastikan peningkatan kualitas layanan, pengelolaan koleksi, dan program literasi tetap menjadi prioritas demi memberikan pengalaman terbaik bagi para pemustaka. (Wiro)














