banner 300250
banner 300250
DAERAHKESRAPemerintah Daerahsosial

Tragedi Pohon Beringin di Aloon-aloon Blitar: Pemotor Tertimpa Dahan, Motor Rusak Parah

×

Tragedi Pohon Beringin di Aloon-aloon Blitar: Pemotor Tertimpa Dahan, Motor Rusak Parah

Sebarkan artikel ini
Tragedi Pohon Beringin Di Aloon-aloon Kota Blitar

BLITAR, Kabinetri.id– Tragedi pohon beringin terjadi di kawasan Aloon-aloon Kota Blitar, Selasa (11/8/2026). Sebuah dahan berukuran besar tiba-tiba patah dan menimpa seorang pengendara sepeda motor yang sedang melintas.

Korban diketahui bernama Imam Mustofa (37), warga Wonorejo Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka dan langsung dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan medis. Sepeda motor yang dikendarainya juga mengalami kerusakan cukup parah, terutama pada bagian depan.

Peristiwa itu terjadi ketika Imam melaju seorang diri dari arah timur menuju barat di kawasan Aloon-aloon Blitar. Saat kendaraan melintas di bawah pohon beringin, dahan berukuran besar mendadak patah dan jatuh tepat ke arah korban.

Warga dan petugas yang berada di sekitar lokasi kemudian bergegas melakukan evakuasi. Korban masih dalam kondisi sadar ketika mendapatkan pertolongan dan selanjutnya dibawa ke rumah sakit.

Yang menjadi perhatian dalam kejadian ini adalah kondisi cuaca. Berdasarkan keterangan petugas di lokasi, tidak terdapat angin kencang maupun hujan ketika dahan tersebut patah.

Petugas piket Damkar Kabupaten Blitar, Boris Riki, mengatakan petugas sempat mendengar suara keras dari arah luar saat berada di dalam pos.

“Tadi kami sedang piket di dalam, tiba-tiba terdengar suara keras seperti pohon tumbang. Saat kami lari ke luar, ternyata ada seorang pengendara motor dari arah timur ke barat yang tertimpa dahan, beringin” kata Boris.

Menurut Boris, kondisi cuaca saat kejadian relatif normal. Tidak terlihat adanya angin kencang yang secara langsung dapat menjelaskan patahnya dahan tersebut.

“Tidak ada angin kencang, kemungkinan memang cabang batangnya sudah rapuh,” ujarnya.

Namun, dugaan tersebut masih membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan penyebab teknis patahnya pohon. Kondisi lapuk atau rapuh pada bagian batang dan dahan menjadi salah satu kemungkinan yang muncul dari pemeriksaan awal di lokasi.

Kalaksa BPBD Kota Blitar Agus Suherli membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menyebut korban mengalami luka ringan hingga sedang dan tidak ditemukan indikasi patah tulang berdasarkan pemeriksaan awal.

“Korban mengalami luka ringan hingga sedang, tidak ada indikasi patah tulang, namun tetap diobservasi dokter,” jelas Agus.

Selain kondisi korban, sepeda motor yang digunakan korban mengalami kerusakan pada bagian depan setelah tertimpa dahan.

Petugas kemudian melakukan pemeriksaan terhadap pohon dan membersihkan material yang berserakan di sekitar lokasi. Dari pemeriksaan awal, pohon beringin tersebut memiliki tinggi sekitar 10 meter dan mengalami patahan pada bagian batang bawah.

Kondisi bagian pohon yang diduga sudah lapuk menjadi salah satu faktor yang tengah diperhatikan. Meski demikian, penyebab pasti patahnya pohon tetap memerlukan pemeriksaan teknis lebih lanjut, terutama untuk mengetahui tingkat kesehatan dan kekuatan struktur pohon.

Peristiwa ini sekaligus menyoroti persoalan keselamatan pohon-pohon tua yang berada di ruang publik. Pohon besar memang memiliki fungsi penting sebagai peneduh dan bagian dari lanskap kota, tetapi kondisi fisiknya juga perlu dipantau secara berkala.

Apalagi, kawasan Aloon-aloon Kota Blitar merupakan ruang publik yang memiliki aktivitas tinggi. Pengendara, pejalan kaki, hingga masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi setiap hari berada dalam radius pepohonan besar.

Agus mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan ketika melintas atau beraktivitas di bawah pohon berukuran besar. Warga juga diminta segera melaporkan apabila menemukan batang atau dahan yang terlihat keropos, retak, miring, atau menunjukkan tanda-tanda berpotensi membahayakan.

Sementara itu, petugas gabungan langsung melakukan pembersihan terhadap sisa batang dan dahan yang sempat menutup sebagian akses jalan. Material pohon dievakuasi sehingga arus lalu lintas di sekitar lokasi kembali berjalan normal.

Kejadian di Aloon-aloon Blitar tersebut menjadi pengingat bahwa risiko pohon tumbang tidak selalu datang bersamaan dengan hujan deras atau angin kencang. Kondisi internal pohon yang mengalami pelapukan juga dapat menjadi faktor yang perlu diantisipasi melalui pemeriksaan dan pemeliharaan secara berkala.

Bagi pemerintah maupun pengelola ruang publik, kejadian ini menjadi momentum untuk memastikan kembali kondisi pohon-pohon tua di kawasan yang ramai aktivitas masyarakat. Langkah seperti pemeriksaan kesehatan pohon, pemangkasan dahan berisiko, hingga evaluasi terhadap pohon yang mengalami pelapukan penting dilakukan sebagai bagian dari mitigasi keselamatan. (Wiro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *