BLITAR, Kabinetri.id— Kegiatan reses anggota DPR RI umumnya identik dengan forum pertemuan, dialog, dan penyampaian aspirasi masyarakat. Namun, suasana berbeda terlihat dalam agenda reses anggota Komisi IX DPR RI dari Partai NasDem, Nurhadi, di Dusun Sidomulyo, Desa Sidorejo, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar.
Alih-alih menggelar pertemuan formal di dalam ruangan, Nurhadi mengemas kegiatan serap aspirasi tersebut dengan konsep yang lebih kreatif dan dekat dengan keseharian masyarakat melalui acara bertajuk “Mancing Rejeki”.
Ribuan warga pun tampak antusias mengikuti kegiatan yang memadukan hiburan, kebersamaan, sekaligus ruang untuk menyampaikan aspirasi tersebut.
Dalam kegiatan itu, panitia menyiapkan sekitar 4 kuintal ikan lele yang ditebar untuk dipancing peserta. Tak hanya itu, tersedia pula hadiah utama berupa 3 ekor kambing, 7 ekor mentok, berbagai doorprize peralatan rumah tangga, hingga sarapan gratis bagi warga yang hadir.
Diperkirakan sekitar 1.000 peserta dari berbagai wilayah setempat turut memeriahkan kegiatan tersebut. Para peserta tidak hanya berkesempatan membawa pulang hasil pancingan, tetapi juga mendapatkan peluang memenangkan berbagai hadiah yang telah disiapkan panitia.
Nurhadi mengatakan, konsep “Mancing Rejeki” sengaja dipilih untuk menghadirkan suasana reses yang lebih santai dan tidak monoton. Menurutnya, substansi utama reses berupa penyerapan aspirasi masyarakat tetap berjalan, namun dikemas melalui kegiatan yang mampu memberikan hiburan dan kebahagiaan bagi warga.
“Biasanya kegiatan reses itu mengumpulkan masyarakat, seperti rapat di kelurahan yang sifatnya monoton. Kali ini saya kemas secara kreatif dan inovatif melalui kegiatan Mancing Rejeki,” ujar Nurhadi di sela-sela kegiatan (26/7).
Serap Aspirasi dari Berbagai Elemen Masyarakat
Di balik kemeriahan kegiatan, agenda reses tersebut tetap menjadi momentum bagi Nurhadi untuk mendengarkan langsung berbagai persoalan dan aspirasi masyarakat.
Sejumlah agenda dilakukan dalam rangkaian kegiatan reses, mulai dari pertemuan dengan kelompok tani setempat, dialog bersama komunitas eks Pekerja Migran Indonesia (PMI), hingga kegiatan sosial bersama kelompok “Pengamen Dermawan” di Ngurah, Kediri.
Dalam kegiatan sosial tersebut, dilakukan aksi door-to-door dengan membagikan paket sembako dan bantuan tunai kepada keluarga yang membutuhkan.
Bagi Nurhadi, reses bukan hanya tentang menjalankan agenda konstitusional sebagai wakil rakyat, tetapi juga menjadi kesempatan untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat dan melihat langsung kondisi yang dihadapi warga.
Ia menegaskan, kegiatan reses kali ini diharapkan mampu menjadi ruang untuk menyerap aspirasi sekaligus menghadirkan suasana positif bagi masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang dinilai masih penuh tantangan.
“Saya ingin kegiatan reses tidak monoton. Menyerap aspirasi dan usulan masyarakat jalan, sekaligus bisa menghibur dan membahagiakan warga. Apalagi saat ini situasi ekonomi sedang kurang baik, jadi masyarakat sangat membutuhkan hiburan,” ungkapnya.
Pita Berwarna Jadi Penentu Hadiah
Keseruan “Mancing Rejeki” semakin terasa ketika panitia menerapkan mekanisme hadiah yang cukup unik. Setiap ikan yang berhasil didapatkan peserta memiliki peluang membawa hadiah berdasarkan pita berwarna yang terikat pada ikan buruan.
Peserta yang mendapatkan ikan dengan pita biru berkesempatan memperoleh hadiah utama berupa 3 ekor kambing. Sementara ikan dengan pita merah memberikan kesempatan mendapatkan 7 ekor mentok.
Selain itu, panitia juga menyediakan doorprize berupa berbagai perlengkapan dapur dan kebutuhan rumah tangga yang diberikan melalui mekanisme undian.
Konsep tersebut membuat kegiatan berlangsung semarak. Warga tidak hanya berkumpul untuk mengikuti agenda reses, tetapi juga menikmati suasana kebersamaan dalam kegiatan yang dikemas secara santai dan menghibur.
Ketua Panitia Pelaksana sekaligus tokoh masyarakat Dusun Sidomulyo, Hadi Wiyono, mengatakan kegiatan tersebut sejak awal dirancang sebagai wadah untuk mempererat keguyuban warga sekaligus menghadirkan aktivitas positif di lingkungan masyarakat.
Menurut Hadi, kolaborasi bersama Nurhadi juga menjadi salah satu bentuk upaya mendekatkan wakil rakyat dengan masyarakat hingga tingkat dusun.
“Niat awal kita adalah menyengkuyung warga masyarakat agar tetap kompak, senang, dan ada kegiatan positif di Dusun Sidomulyo, Desa Sidorejo, Ponggok ini. Ini juga menjadi wujud nyata untuk menjalin tali silaturahmi antara saya selaku tokoh masyarakat, anggota DPR RI Bapak Nurhadi, serta seluruh warga,” kata Hadi.
Ia berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara rutin setiap tahun sehingga dapat menjadi agenda yang memperkuat silaturahmi dan kebersamaan masyarakat.
Hadi menambahkan, seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, lancar, dan kondusif. Antusiasme warga yang mencapai sekitar 1.000 peserta menunjukkan bahwa kegiatan yang memadukan serap aspirasi, hiburan, dan kegiatan sosial dapat menjadi alternatif pendekatan dalam membangun komunikasi antara wakil rakyat dan masyarakat.
Pada akhirnya, “Mancing Rejeki” bukan hanya menjadi panggung hiburan bagi warga Dusun Sidomulyo. Di balik ikan lele yang dipancing dan hadiah yang diperebutkan, kegiatan tersebut menjadi ruang perjumpaan antara masyarakat dan wakil rakyat—tempat aspirasi disampaikan dalam suasana yang lebih cair, guyub, dan dekat dengan kehidupan warga. (Wiro)














