“Pendekatan yang pertama adalah keluarga. Melalui program Jagai Anak-ta’ atau menjaga anak dan pergaulannya adalah salah satu upaya pemerintah memutus mata rantai peredaran dan penyalahgunaan narkoba,” ujar Ramdhan usai menghadiri peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) tahun 2023 di Rutan Kelas I Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu.
Selanjutnya, kata pria disapa akrab Danny Pomanto ini adalah pendekatan lingkungan atau populernya pendekatan lorong-lorong. Bahkan Pemerintah Kota Makassar telah bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi dalam hal pencegahan.
Salah satu upayanya mengidentifikasi lorong-lorong yang rawan peredaran narkotika kemudian dijadikan Lorong Bersinar atau Bersih Dari Narkoba. Selain itu, pemasangan CCTV atau kamera pengawas terus ditambah pada sejumlah titik rawan.
“Sudah 1.800 lorong menjelang 2.000 lorong yang ada, itu sudah kita pasangi empat kamera CCTV yang baik. Nah, sekarang itu ada 8.000 kamera di lorong-lorong. Kenapa lorong-lorong, karena salah satu pasar dan gelap. Tapi sekarang lorong-lorong sudah terang dan pakai kamera CCTV,” ungkap Danny.
Pihaknya menargetkan 5.000 lorong yang ada di Makassar dipasangi kamera pengawas, sehingga bila empat kamera di pasang tiap lorong bila dikalikan 5.000, ada 20 ribu kamera pengawas yang mengawasi pergerakan warga termasuk mempersempit pergerakan penyalahguna narkoba.
Selain itu, pemberdayaan tokoh masyarakat, RT dan RW, tokoh pemuda, tokoh agama unsur perempuan serta milenial melalui mitigasi tentang bahaya dan dampak narkoba kepada penggunanya.
Dan pendekatan ketiga adalah pendidikan. Pendekatan ini lebih kepada penerapan kurikulum khusus terkait pertahanan pengaruh narkoba kepada remaja. Guru maupun tenaga pengajar ditekankan memiliki kemampuan mengedukasi terkait bahaya narkotika.
“Kurikulum khusus ini penting diterapkan sebagai langkah pencegahan. Karena generasi pelanjut kita harus tangguh bukan hanya pada penolakan narkotika tapi hal lainnya. Tentu hari ini momentum terbaik bersatu melawan dan memerangi narkoba,” ucapnya wali kota dua periode ini menegaskan.
Di tempat yang sama, Kepala BNNP Sulsel Brigjen Pol Ghiri Prawijaya mengharapkan momentum HANI tahun 2023 mesti dimulai dengan beritikad baik untuk bersih dari narkoba.
“Kita sudah bekerja sama dengan Pemkot Makassar, itu tadi lorong bersinar, Jagai Anak’ta dan sebagainya. Kami juga ada program itu untuk yang lain. Kita belajar dari Kota Makassar dan menularkan ke daerah-daerah lain di Provinsi Sulawesi Selatan,” katanya.
Sedangkan bagi para penyintas narkoba diimbau agar memiliki tekad kuat jika ingin sembuh. Ia pun berpesan agar sinergitas yang ada saat ini terus ditingkatkan demi menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba. (ant)














