BLITAR,Kabinetri.id—Edukasi tentang HIV/AIDS masih menjadi kebutuhan mendesak di kalangan pelajar. Hal inilah yang mendorong Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar terus turun langsung ke sekolah-sekolah, meski isu HIV bukan hal baru.
Momentum peringati Hari AIDS Sedunia 2025 dimanfaatkan Dinkes Kabupaten Blitar untuk menguatkan literasi kesehatan remaja melalui kegiatan edukasi di salah satu SMA Negeri di wilayah Kab Blitar.
Kegiatan ini diikuti siswa/siswi, guru, serta perwakilan SMA dan SMK di wilayah Blitar Barat.
Kepala Dinkes Kabupaten Blitar, dr. Christine Indrawati, menegaskan bahwa pelajar merupakan kelompok strategis dalam upaya pencegahan HIV/AIDS. Menurutnya, rendahnya pemahaman yang benar masih kerap ditemukan, baik di kalangan siswa maupun pendidik.
“Edukasi ini sangat penting karena remaja sedang berada pada fase pencarian jati diri. Tanpa informasi yang benar, mereka rentan terpapar perilaku berisiko,” ujarnya (17/12/2025).

Dalam sesi edukasi, siswa diajak memahami dasar-dasar HIV/AIDS, mulai dari cara penularan, pencegahan, hingga meluruskan mitos yang masih beredar. Diskusi berlangsung aktif, dengan banyak siswa mengajukan pertanyaan kritis seputar kesehatan reproduksi dan pergaulan remaja.
Dinkes juga memaparkan data kasus HIV di Kabupaten Blitar sepanjang 2025 yang mencapai 173 kasus baru. Meski jumlahnya menurun dibanding tahun sebelumnya, dr. Christine menekankan bahwa penambahan kasus tetap menjadi alarm bersama.
“Ini bukan soal angka turun atau naik, tapi bagaimana kita bisa mencegah penularan sejak dini, terutama pada generasi muda,” tegasnya.
Ia menambahkan, sebagian besar kasus baru berasal dari kelompok berisiko tinggi. Fakta ini, menurutnya, harus menjadi bahan refleksi bagi orang tua dan sekolah untuk lebih terbuka membahas isu kesehatan kepada remaja.
Kabar baiknya, kesadaran masyarakat untuk melakukan tes HIV terus meningkat. Keterbukaan para penyintas HIV yang berani berbagi cerita juga dinilai membantu mengikis stigma di masyarakat.
“Pelajar perlu tahu bahwa HIV bukan akhir dari segalanya. Dengan pengobatan dan dukungan, ODHIV bisa hidup sehat dan produktif,” kata dr. Christine.
Melalui edukasi berkelanjutan di sekolah, Dinkes Kabupaten Blitar berharap pelajar memiliki bekal pengetahuan yang cukup untuk menjaga diri, mengambil keputusan yang sehat, serta menjadi agen perubahan dalam menyebarkan informasi yang benar tentang HIV/AIDS di lingkungan sekitarnya (Wiro) .














