BLITAR, Kabinetri.id– Maraknya penyebaran hoaks, disinformasi, dan ujaran kebencian di media sosial mendorong Bolone Mase Indonesia Koordinator Wilayah (Korwil) Jawa Timur menggelar Turun ke Bawah (Turba) Mataraman 2026. Kegiatan ini difokuskan untuk meningkatkan literasi digital generasi muda agar lebih kritis dan bijak dalam menyikapi informasi di ruang digital.
Program yang berlangsung pada 1 hingga 6 Juni 2026 tersebut mengusung tema “Dialog Gen Z: Menolak Hoaks, Membangun Ruang Digital yang Sehat dan Produktif”. Turba menyasar 14 kabupaten dan kota di kawasan Mataraman, meliputi Nganjuk, Kediri Raya, Trenggalek, Blitar Raya, Tulungagung, Ponorogo, Pacitan, Magetan, Madiun Raya, Bojonegoro, hingga Ngawi.
Kegiatan dipimpin langsung oleh Korwil Bolone Mase Indonesia Jawa Timur, Madjid Widigdo, bersama pengurus dan relawan di masing-masing daerah. Selain menjadi ajang konsolidasi organisasi, kegiatan tersebut juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda untuk memahami pentingnya verifikasi informasi sebelum menyebarkannya.
Dalam sambutannya, Selasa (2/6/2026), Madjid menegaskan bahwa Generasi Z memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas ruang digital Indonesia. Menurutnya, kelompok usia muda merupakan pengguna teknologi dan media sosial yang paling aktif sehingga memiliki tanggung jawab besar dalam mencegah penyebaran informasi menyesatkan.
“Generasi Z adalah kelompok yang paling dekat dengan perkembangan teknologi. Karena itu mereka harus menjadi pelopor dalam menangkal hoaks, ujaran kebencian, dan disinformasi yang berpotensi memecah belah persatuan bangsa. Kami ingin menumbuhkan budaya bermedia sosial yang kritis, cerdas, dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Madjid menambahkan, literasi digital kini bukan lagi sekadar kebutuhan tambahan, melainkan keterampilan yang wajib dimiliki masyarakat di era informasi. Kemampuan memilah dan memverifikasi informasi dinilai menjadi salah satu kunci menjaga stabilitas sosial di tengah derasnya arus informasi yang belum tentu terverifikasi.
Sementara itu, Koordinator Daerah (Korda) Bolone Mase Indonesia Kabupaten Blitar, Imam Fathurahman, mengapresiasi pelaksanaan Turba Mataraman yang menempatkan generasi muda sebagai fokus utama kegiatan.
Menurut Imam, tantangan masyarakat saat ini tidak hanya terletak pada banyaknya informasi yang beredar, tetapi juga kemampuan membedakan informasi yang benar dengan informasi yang menyesatkan.
“Kami sangat mengapresiasi langkah Korwil Jawa Timur yang turun langsung ke daerah-daerah untuk berdialog dengan anak muda. Kegiatan ini sangat relevan karena hoaks dan informasi yang belum terverifikasi sangat mudah tersebar melalui media sosial. Harapannya, kesadaran masyarakat untuk lebih bijak dalam menerima maupun menyebarkan informasi semakin meningkat,” katanya.
Ia juga menegaskan komitmen Bolone Mase Blitar Raya untuk mendukung berbagai program literasi digital yang bertujuan membangun masyarakat yang kritis, cerdas, dan berdaya saing.
“Anak muda tidak boleh hanya menjadi konsumen informasi. Mereka harus mampu menjadi produsen narasi positif yang menjaga persatuan, menumbuhkan optimisme, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa,” tambahnya.
Melalui Turba Mataraman 2026, Bolone Mase Indonesia Jawa Timur berharap dapat melahirkan agen-agen literasi digital di berbagai daerah yang mampu menjadi teladan dalam menyebarkan informasi yang benar, menangkal hoaks, serta menciptakan ruang digital yang sehat, produktif, dan mencerdaskan masyarakat. (Wiro)














