banner 300250
banner 300250
DAERAHEkonomiKESRAMARVESNASIONALsosial

Kementan Tinjau Pembibitan Kelapa di Blitar, Puluhan Ribu Bibit Unggul Siap Didistribusikan ke Petani

×

Kementan Tinjau Pembibitan Kelapa di Blitar, Puluhan Ribu Bibit Unggul Siap Didistribusikan ke Petani

Sebarkan artikel ini
Peninjauan dan Audt dilakukan selama 10 Hari

BLITAR, Kabinetri.id– Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan monitoring dan audit ketaatan produksi benih kelapa di Kabupaten Blitar sebagai bagian dari upaya mendukung program hilirisasi kelapa nasional 2025–2045. Kegiatan tersebut dilaksanakan di lokasi pembibitan milik CV Lang Buana, Desa Gogodeso, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, Rabu (3/6/2026).

Tim dari Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian meninjau langsung proses produksi benih kelapa dalam unggul sekaligus melakukan Audit Ketaatan Produksi Benih Kelapa pada satuan kerja Direktorat Jenderal Perkebunan Tahun Anggaran 2025 dan 2026 di Jawa Timur.

Audit yang berlangsung selama 10 hari, mulai 29 Mei hingga 7 Juni 2026, bertujuan memastikan benih yang diproduksi dan diedarkan kepada petani memenuhi standar mutu serta ketentuan sertifikasi yang berlaku.

Langkah tersebut sejalan dengan kebijakan pemerintah yang menetapkan kelapa sebagai salah satu komoditas prioritas hilirisasi nasional. Pengembangan industri kelapa diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah produk, memperkuat daya saing ekspor, mendorong diversifikasi usaha, serta mendukung industri berbasis ekonomi hijau.

Dalam pelaksanaannya, tim audit memeriksa berbagai aspek teknis benih kelapa dalam non-polibag yang diproduksi CV Lang Buana. Pemeriksaan meliputi umur benih, berat buah, daya kecambah, kondisi kulit buah, kandungan air, hingga kesehatan benih secara keseluruhan.

Benih kelapa dalam unggul yang diperiksa memiliki karakteristik bobot minimal 1,5 kilogram per butir dengan umur sedikitnya empat bulan. Secara fisik, benih ditandai munculnya bercak cokelat pada 30 hingga 60 persen permukaan kulit buah, memiliki ukuran relatif besar, sabut utuh tanpa cacat, serta bakal tunas dengan panjang sekitar 40 hingga 70 sentimeter.

PIC Komoditas Kelapa CV Lang Buana, Iqbal Nurani, mengatakan benih yang diproduksi berasal dari pohon induk bersertifikat yang didatangkan dari Banyuwangi. Menurutnya, penggunaan sumber benih bersertifikat menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas bibit yang akan disalurkan kepada petani.

“Untuk mendapatkan benih yang baik, kami mendatangkan kelapa dari Banyuwangi yang sudah bersertifikat. Pemeriksaan teknis dilakukan terhadap umur benih, air buah, berat buah, daya kecambah, lama penyimpanan, kondisi kulit buah, dan kesehatan benih,” ujar Iqbal.

Ia menambahkan, sebanyak 44 ribu bibit kelapa dalam unggul disiapkan untuk didistribusikan ke dua daerah di Jawa Timur. Sebanyak 33 ribu bibit akan disalurkan ke Kabupaten Blitar, sementara 11 ribu bibit lainnya diperuntukkan bagi Kabupaten Trenggalek.

Selain itu, pemeriksaan lapangan juga mencakup tinggi bibit, jumlah daun, warna daun, serta kondisi kesehatan tanaman guna memastikan benih siap tanam dan memiliki tingkat keberhasilan tumbuh yang tinggi.

Iqbal menegaskan, keberlanjutan penyediaan benih unggul harus didukung dengan proses sertifikasi yang ketat sebelum benih diedarkan kepada petani maupun konsumen.

“Sertifikasi benih dilakukan oleh UPT pusat maupun UPTD provinsi yang memiliki tugas dan fungsi pengawasan serta sertifikasi benih, atau oleh produsen yang telah memiliki sertifikat dari lembaga sertifikasi sistem mutu,” katanya.

Melalui pengawasan dan sertifikasi yang berkelanjutan, Kementerian Pertanian berharap kualitas benih kelapa nasional dapat terus terjaga sehingga mendukung pengembangan industri hilir kelapa yang menghasilkan berbagai produk bernilai ekonomi tinggi, seperti Virgin Coconut Oil (VCO), minyak kelapa, nata de coco, arang aktif, briket tempurung, cocopeat, hingga serat kelapa. (Wiro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *