Blitar, Kabinetri.id—Pembangunan Jalur Lintas Selatan (JLS) ruas Serang–Sumbersih di Kabupaten Blitar memasuki tahap akhir. Ruas yang termasuk dalam paket pekerjaan Lot 3 ini ditargetkan tuntas 100 persen pada 16 Februari 2026 dan siap dimanfaatkan masyarakat untuk menunjang mobilitas serta akses ekonomi kawasan Blitar Selatan.
Bupati Blitar Rijanto mengapresiasi progres pembangunan JLS yang dinilai berjalan cepat dengan kualitas hasil yang memuaskan. Saat melakukan peninjauan lapangan pada Selasa (20/1), Rijanto menyebut secara umum kondisi jalan sudah selesai dan hanya menyisakan pekerjaan pemeliharaan serta penyempurnaan akhir.
“Progresnya sangat cepat dan hasilnya bagus sekali. Dari Serang sampai Sumbersih ini pada dasarnya sudah selesai, tinggal pemeliharaan-pemeliharaan,” ujar Rijanto.
Menurutnya, kehadiran JLS memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah Blitar Selatan. Dengan akses jalan yang semakin baik, berbagai potensi unggulan di kawasan selatan diharapkan dapat berkembang lebih optimal, mulai dari sektor pariwisata pantai, pertanian tanaman pangan, perkebunan, hingga komoditas tebu dan potensi ekonomi lainnya.
Rijanto juga memastikan pembangunan JLS akan terus berlanjut. Berdasarkan informasi yang diterimanya, pemerintah pusat merencanakan pelaksanaan pembangunan lanjutan pada Lot 3A sepanjang sekitar 7,5 kilometer yang dijadwalkan mulai dikerjakan pada Juni 2026.
“Harapannya pembangunan JLS ini bisa berkesinambungan, sehingga ke depan jalur ini dapat tembus ke Malang di sisi timur serta Tulungagung dan Trenggalek di sisi barat,” jelasnya.
Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.7 JLS, Leo Aditya Mahardika, menjelaskan bahwa progres pembangunan ruas Serang–Sumbersih saat ini telah mencapai sekitar 97 persen. Secara fisik, jalan sepanjang 4,375 kilometer tersebut sudah tersambung sepenuhnya dan tinggal tahap finishing.
“Pekerjaan utama sudah tuntas. Tinggal penyempurnaan, seperti pemasangan marka jalan di tepi. Setelah itu progres bisa mencapai 100 persen,” kata Leo.
Ia menambahkan, ruas JLS Serang–Sumbersih baru dapat dilalui masyarakat setelah pekerjaan dinyatakan rampung pada pertengahan Februari 2026. Jalur ini nantinya diharapkan menjadi alternatif penting bagi mobilitas warga, termasuk akses menuju sejumlah destinasi wisata unggulan di pesisir selatan Blitar, salah satunya Pantai Peh Pulo.
Namun demikian, kelanjutan pembangunan JLS menuju ruas berikutnya masih menghadapi kendala ketersediaan lahan. Untuk melanjutkan trase ke arah Sumbersih–Ringinrejo dibutuhkan lebar lahan sekitar 35 meter, sementara lahan yang tersedia saat ini baru sekitar 24 meter. Apabila persoalan lahan dapat diselesaikan, pembangunan dapat dilanjutkan sepanjang kurang lebih 13,5 kilometer.
Sebagai informasi, total panjang Jalur Lintas Selatan yang melintasi wilayah Kabupaten Blitar mencapai sekitar 62 kilometer. Hingga saat ini, sekitar dua pertiga ruas JLS telah selesai dibangun dan membentang melewati sejumlah kawasan pantai di pesisir selatan Blitar, memperkuat konektivitas dan membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat setempat. (Wiro)














