banner 300250
banner 300250
DAERAHHukumsosial

Aksi Heroik Dua Warga Blitar Digaji KAI! Gagalkan Pencurian Baut Rel, Selamatkan Nyawa Penumpang

×

Aksi Heroik Dua Warga Blitar Digaji KAI! Gagalkan Pencurian Baut Rel, Selamatkan Nyawa Penumpang

Sebarkan artikel ini
KAI menyampaikan apresiasi

Blitar, Kabinetri.id— Aksi cepat dan kepedulian dua warga Kabupaten Blitar patut diacungi jempol. Mereka berhasil menggagalkan upaya pencurian baut penambat bantalan rel yang berpotensi membahayakan perjalanan kereta api. Atas tindakan heroik tersebut, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun memberikan penghargaan khusus sebagai bentuk apresiasi.

Dua warga itu adalah Oky Angga Saputra, warga Dusun Bululawang, Desa Bendo, Kecamatan Ponggok, serta Gupuh Wiyono, warga Dusun Sendung, Desa Ngaglik, Kecamatan Srengat. Keduanya dinilai berperan besar dalam mencegah potensi kecelakaan kereta api di jalur vital Stasiun Blitar–Stasiun Rejotangan beberapa waktu lalu.

Penghargaan berupa piagam dan uang pembinaan diserahkan langsung oleh Vice President KAI Daop 7 Madiun, Ali Afandi. Momen tersebut menjadi bukti bahwa peran aktif masyarakat sangat penting dalam menjaga keselamatan transportasi publik.

Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menjelaskan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk terima kasih atas kepedulian warga terhadap keamanan aset negara. Menurutnya, aksi cepat Oky dan Gupuh tidak hanya menyelamatkan fasilitas perkeretaapian, tetapi juga melindungi keselamatan ribuan penumpang yang melintas setiap harinya.

Peristiwa ini terungkap pada Rabu (7/1/2026) sekitar pukul 06.00 WIB. Saat itu, Kepala Regu Jalan Rel B.2, Jaryanto, menerima informasi dari Kanit Reskrim Polsek Sanankulon bahwa warga telah mengamankan seorang terduga pelaku pencurian baut rel.

Terduga pelaku kemudian diserahkan ke Polsek Sanankulon untuk menjalani proses hukum. Dari hasil pemeriksaan awal di KM 127+358 petak jalan Blitar–Rejotangan, petugas menemukan kehilangan 13 baut penambat rel. Namun, dari pengembangan penyidikan, pelaku mengaku telah melakukan pencurian di sedikitnya lima titik berbeda dengan total kehilangan mencapai 108 baut.

Tohari menegaskan bahwa pencurian baut rel merupakan tindakan berbahaya yang dapat memicu kecelakaan fatal. Baut penambat berfungsi menjaga kestabilan rel agar tetap presisi saat dilalui kereta dengan kecepatan tinggi.

“Kepedulian warga seperti ini sangat kami butuhkan. Mereka telah membantu mencegah potensi gangguan operasional dan risiko kecelakaan,” ujarnya (27/01).

KAI Daop 7 Madiun pun mengimbau seluruh masyarakat di wilayah Blitar dan sekitarnya untuk turut menjaga keamanan jalur rel. Jika menemukan aktivitas mencurigakan, masyarakat diminta segera melapor ke petugas stasiun terdekat atau aparat kepolisian.

“KAI menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada masyarakat yang telah menunjukkan kepedulian terhadap keamanan aset negara dan keselamatan perjalanan kereta api,” tutup Tohari . (Wiro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *