banner 300250
banner 300250
DAERAHDPRPendidikansosial

Jairi Irawan Ajak Jurnalis Blitar Raya Perkuat Akurasi, Lawan Hoaks di Tengah Banjir Informasi Digital

×

Jairi Irawan Ajak Jurnalis Blitar Raya Perkuat Akurasi, Lawan Hoaks di Tengah Banjir Informasi Digital

Sebarkan artikel ini
Media bukan hanya penyampai kabar, tetapi penjaga nalar publik

BLITAR, Kabinetri.id– Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi Golkar, Jairi Irawan, mengajak insan pers di Blitar Raya untuk memperkuat akurasi dan verifikasi informasi di tengah derasnya arus konten digital yang kerap memicu disinformasi. Ajakan tersebut disampaikan dalam diskusi bersama puluhan jurnalis lintas platform di Hall Kampung Coklat, Jumat (20/2/2026) malam.

Forum yang dihadiri jurnalis media cetak, daring, televisi, dan radio itu berlangsung terbuka dan dinamis. Isu sentral yang mengemuka adalah dilema klasik dunia jurnalistik: antara kecepatan dan ketelitian. Di era media sosial, kecepatan sering kali menjadi tuntutan utama. Namun, menurut Jairi, akurasi tetap menjadi fondasi utama kepercayaan publik.

“Media bukan hanya penyampai kabar, tetapi penjaga nalar publik. Kecepatan penting, tetapi akurasi jauh lebih mendesak,” tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa informasi yang tidak melalui proses verifikasi berlapis berpotensi memicu kegaduhan sosial, bahkan memperkeruh suasana politik dan keamanan. Dalam konteks lokal maupun nasional, hoaks kerap menyebar lebih cepat dibanding klarifikasi resmi. Situasi ini menempatkan media arus utama pada posisi strategis sekaligus krusial.

Perubahan pola konsumsi informasi masyarakat juga menjadi sorotan. Saat ini, publik cenderung menjadikan media sosial sebagai sumber utama informasi. Satu unggahan singkat dapat membentuk opini, bahkan sebelum fakta utuh tersaji. Karena itu, menurut Jairi, media profesional harus mampu beradaptasi dengan kanal digital tanpa meninggalkan prinsip cover both sides, cek fakta, dan konfirmasi sumber.

Dalam sesi diskusi, sejumlah jurnalis turut menyoroti tantangan keberlanjutan bisnis media di tengah maraknya konten kreator independen. Mereka menekankan pentingnya menjaga independensi sekaligus membangun relasi sehat dengan pemangku kebijakan.

Menanggapi hal itu, Jairi menyatakan komitmennya untuk membuka komunikasi yang profesional dan transparan dengan media. “Relasi legislatif dan pers harus sehat. Kritik konstruktif justru memperkaya proses pengambilan keputusan,” ujarnya.

Diskusi ini diharapkan menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara wakil rakyat dan insan pers. Di tengah kompleksitas arus informasi digital, kualitas berita yang faktual, berimbang, dan terverifikasi menjadi benteng utama masyarakat agar lebih selektif serta terhindar dari disinformasi dan hoaks.

Dengan demikian, fungsi media sebagai pilar demokrasi dan alat kontrol sosial dapat tetap terjaga—bukan sekadar cepat, tetapi juga tepat. (Wiro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *