BLITAR, Kabinetri.id– Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Blitar resmi memperkenalkan cabang olahraga (cabor) baru, Perkumpulan Olahraga Domino Indonesia (Orado), dalam agenda nonton bareng (nobar) Final Piala Dunia antara Spanyol melawan Argentina di halaman Kantor Kabupaten Blitar, Senin dini hari.
Pengenalan Orado menjadi langkah awal pengembangan olahraga domino sebagai cabang olahraga prestasi di Kabupaten Blitar. Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Blitar Rijanto, Wakil Bupati Blitar Beky Herdihansah, Kapolres Blitar AKBP Rivanda, anggota DPRD, jajaran KONI Kabupaten Blitar, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD).
Wakil Bupati Blitar sekaligus Ketua KONI Kab Blitar, Beky Herdihansah, menyampaikan apresiasi atas bergabungnya Orado sebagai bagian dari keluarga besar KONI Kabupaten Blitar. Ia menyebut Orado telah resmi diterima sebagai cabang olahraga sejak 21 Mei 2026 lalu dan diyakini memiliki potensi besar karena dekat dengan kehidupan masyarakat.
“Harapan kita untuk Orado Kabupaten Blitar sangat bagus karena ini merupakan cabor baru yang resmi diterima sejak 21 Mei. Mudah-mudahan Orado dapat diterima dengan baik oleh masyarakat. Kehadiran cabor ini menjadi wadah untuk menggali potensi dan atlet-atlet di Kabupaten Blitar yang selama ini belum terwadahi,” ujar Beky (20/7).
Menurutnya, pemerintah daerah berharap pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan mampu melahirkan atlet-atlet domino yang berprestasi hingga mampu mengharumkan nama Kabupaten Blitar di tingkat nasional maupun internasional.
“Kita harapkan atlet-atlet dari Kabupaten Blitar ini bisa membawa daerah kita maju ke depan, baik di kancah nasional maupun internasional,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Orado Kabupaten Blitar, Ismail Namsa, menjelaskan bahwa Orado merupakan organisasi olahraga yang bersifat inklusif sehingga dapat diikuti seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang latar belakang.
Dalam pembinaannya, Orado membagi peserta ke dalam dua kelompok usia, yakni kategori junior untuk atlet berusia 18 tahun ke bawah dan kategori senior bagi peserta berusia di atas 18 tahun.
Ismail mengatakan, fokus utama Orado Kabupaten Blitar dalam waktu dekat adalah melakukan sosialisasi secara luas hingga tingkat desa dan lingkungan masyarakat, termasuk melalui kegiatan di pos kamling. Langkah tersebut diharapkan mampu mengubah stigma negatif yang selama ini melekat pada permainan domino.
“Target kita, insyaallah, Orado bisa masuk sampai ke pos-pos kamling. Ini adalah ikhtiar kita untuk bersosialisasi sekaligus mengubah stigma negatif yang selama ini melekat pada domino. Kami ingin menunjukkan bahwa ini adalah olahraga yang positif dengan tagline ‘Orado Memintarkan Indonesia’,” kata Ismail.
Melalui pengenalan cabang olahraga baru ini, KONI Kabupaten Blitar bersama Orado mengajak masyarakat yang memiliki minat dan kemampuan bermain domino untuk bergabung dalam pembinaan olahraga prestasi. Kehadiran Orado diharapkan menjadi ruang lahirnya atlet-atlet baru yang mampu bersaing di berbagai kejuaraan sekaligus memperkuat prestasi olahraga Kabupaten Blitar di masa mendatang. (Wiro)














