banner 300250
banner 300250
BudayaDAERAHEkonomiKESRAMARVESPemerintah Daerahsosial

Makam Bung Karno Blitar Resmi Buka 24 Jam, Pemkot Bidik Lonjakan Wisatawan dan Peziarah

×

Makam Bung Karno Blitar Resmi Buka 24 Jam, Pemkot Bidik Lonjakan Wisatawan dan Peziarah

Sebarkan artikel ini
Wisata Makam Bung Karno Resmi Buka 24 jam.

BLITAR, Kabinetri.id— Pemerintah Kota Blitar resmi membuka layanan kunjungan wisata dan ziarah Makam Bung Karno selama 24 jam. Kebijakan tersebut ditandai dengan kegiatan tasyakuran di kompleks Makam Bung Karno, Sabtu (15/8/2026) malam.

Tasyakuran dihadiri jajaran pejabat organisasi perangkat daerah (OPD) Kota Blitar, anggota DPRD, Kapolres Blitar Kota, Forkopimcam, tokoh agama, serta masyarakat. Sebelum acara pemotongan tumpeng, para undangan terlebih dahulu melakukan ziarah dan doa bersama di makam Presiden pertama RI tersebut.

Wali Kota Blitar H. Syauqul Muhibbin mengatakan, pembukaan Makam Bung Karno selama 24 jam memiliki kaitan dengan momentum malam Minggu Kliwon dalam penanggalan Jawa. Menurutnya, Bung Karno wafat pada Minggu Kliwon, 21 Juni 1970.

“Ini juga bertepatan dengan pasaran dalam hitungan Jawa wafat beliau, maka Pemerintah Kota Blitar membuka makam 24 jam,” kata Syauqul Muhibbin.

Ia menjelaskan, kebijakan tersebut bertujuan memberikan kemudahan bagi masyarakat maupun peziarah dari luar daerah yang ingin berkunjung ke Makam Bung Karno kapan saja.

“Sehingga memfasilitasi seluruh masyarakat, para peziarah untuk bisa datang ke Kota Blitar menziarahi Bung Karno kapan pun. Mau pagi, mau siang, mau malam juga Pemerintah Kota Blitar melayani,” ujarnya.

Menurut Syauqul, pembukaan Makam Bung Karno selama 24 jam juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Blitar mengembangkan aktivitas kota sepanjang waktu. Sejumlah fasilitas publik dan tempat usaha, termasuk kafe, mulai menyediakan layanan hingga 24 jam.

“Dengan banyak fasilitas yang buka 24 jam, tentunya wisatawan di Kota Blitar akan semakin meningkat. Seluruh fasilitas umum juga kami rencanakan akan banyak yang buka 24 jam,” jelasnya.

Pemkot Blitar, lanjut dia, juga telah menyiapkan petugas dengan sistem kerja shift untuk mendukung pelayanan selama 24 jam.

Kebijakan tersebut sekaligus mempertimbangkan karakteristik wisata ziarah. Syauqul menyebut sebagian peziarah justru memilih malam hari karena suasananya dinilai lebih tenang dan khusyuk untuk berdoa.

“Banyak wisatawan juga yang ingin ziarah dilakukan malam hari. Karena malam hari mungkin lebih khusyuk, lebih bisa berziarah dengan cara yang sangat baik,” katanya.

Selain itu, pola perjalanan wisatawan dan peziarah yang tidak selalu dapat diprediksi membuat layanan 24 jam dinilai memberikan fleksibilitas lebih besar.

“Rute-rute para peziarah itu juga tidak menentu. Maka dari itu, fasilitas 24 jam ini juga memudahkan para peziarah untuk selalu datang kapan pun ke Kota Blitar,” imbuhnya.

Keamanan Disiapkan, Pedagang Malam Sambut Positif

Terkait aspek keamanan, Syauqul memastikan Pemkot Blitar telah melakukan persiapan untuk mendukung operasional Makam Bung Karno selama 24 jam.

“Petugas sudah kita siapkan bentuk shift,” tegasnya.

Sementara untuk aktivitas pedagang di sekitar kompleks makam, Pemkot Blitar menyatakan penerapan jam operasional akan menyesuaikan kondisi dan kebutuhan. Kebijakan tersebut diharapkan tetap memberi ruang bagi pelaku usaha untuk mendapatkan manfaat ekonomi dari meningkatnya aktivitas wisatawan.

Respons positif datang dari pedagang yang selama ini berjualan pada malam hari di sekitar Makam Bung Karno. Cucut (53), salah seorang pedagang makanan dan minuman, berharap pembukaan layanan 24 jam mampu meningkatkan jumlah pengunjung.

“Kalau pengunjung bisa ramai, semoga pendapatan kami yang berjualan malam bisa meningkat. Bahkan kalau biasanya tutup lebih awal kemungkinan kami akan menyesuaikan dengan kondisi, jika perlu juga ikut 24 jam,” ungkap Cucut.

Ia menilai meningkatnya aktivitas peziarah pada malam hari berpotensi memberikan dampak langsung bagi pelaku usaha kuliner, oleh-oleh, dan suvenir di sekitar kawasan makam.

Dengan kebijakan tersebut, Pemkot Blitar berharap Makam Bung Karno tidak hanya menjadi destinasi ziarah, tetapi juga menjadi salah satu penggerak aktivitas wisata dan ekonomi malam di Kota Blitar.

Kegiatan tasyakuran kemudian ditutup dengan pemotongan tumpeng sebagai penanda dimulainya layanan kunjungan Makam Bung Karno selama 24 jam. (Wiro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *