BLITAR, Kabinetri.id— Seorang pria berinisial AK (43), warga Malang, ditemukan tewas di sebuah kamar kos di Kelurahan Tawangsari, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, Rabu (9/9/2026) sore. Polisi memastikan tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada pemeriksaan luar tubuh korban.
Kasi Humas Polres Blitar, Aiptu Saiful Muheni, mengatakan korban pertama kali ditemukan oleh seorang perempuan yang juga merupakan penghuni kos. Saat itu, perempuan tersebut berusaha membangunkan AK yang disebut telah tertidur selama lebih dari dua jam.
“Sekitar pukul 17.00 WIB, teman perempuan korban berusaha membangunkan korban. Informasi awal, korban sudah lebih dari dua jam tertidur saat dicoba dibangunkan,” kata Muheni, Rabu malam.
Perempuan tersebut kemudian menggoyangkan tubuh korban. Namun, AK tidak memberikan respons dan tetap tidak sadarkan diri.
“Korban tidak kunjung bangun setelah dicoba digerak-gerakkan badannya,” ujar Muheni.
Karena panik, perempuan itu kemudian meminta bantuan pemilik kos. Pemilik kos yang tidak berani memeriksa kondisi korban memilih melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Garum.
Petugas kepolisian bersama tim Inafis Satreskrim Polres Blitar kemudian mendatangi lokasi. Setelah melakukan pemeriksaan awal, petugas memastikan pria tersebut telah meninggal dunia.
Saat ditemukan, korban tidak membawa kartu identitas apa pun pada tubuhnya. Tim Inafis selanjutnya melakukan proses identifikasi untuk memastikan identitas korban.
“Setelah diperiksa tim Inafis, berhasil diketahui bahwa korban adalah pria dengan inisial AK, warga Malang,” kata Muheni.
Jenazah AK kemudian dievakuasi ke RSUD Ngudi Waluyo Wlingi untuk menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut. Pemeriksaan luar sementara menunjukkan tidak adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Polisi juga belum dapat memastikan informasi mengenai dugaan korban mengonsumsi minuman beralkohol dalam jumlah banyak maupun obat kuat sebelum meninggal dunia.
Muheni menegaskan penyebab kematian belum dapat disimpulkan. Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan medis rumah sakit serta pendalaman penyelidikan.
“Penyebab pasti kematian korban masih menunggu hasil pemeriksaan tim medis rumah sakit dan proses penyelidikan lebih lanjut,” pungkasnya.
Polisi masih mendalami kasus tersebut, termasuk menelusuri aktivitas dan kondisi korban sebelum ditemukan meninggal di kamar kos. Hasil pemeriksaan medis nantinya akan menjadi salah satu dasar untuk memastikan penyebab kematian AK. (Wiro)














