BANYUWANGI, Kabinetri.id — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi secara resmi menutup Program Rehabilitasi Sosial bagi warga binaan kasus penyalahgunaan narkoba, Senin (8/12/2025). Penutupan program ini menandai selesainya rangkaian pembinaan intensif yang bertujuan memulihkan perilaku, mental, dan keberfungsian sosial para peserta.

Program berjalan berkat kerja sama Lapas Banyuwangi dengan Yayasan Gennesa (Gendhog Nemu Sariro) Banyuwangi, yang selama ini konsisten mendampingi pemulihan pengguna narkoba. Puluhan warga binaan ikut serta dalam program tersebut dan berhasil dinyatakan lulus dengan predikat memuaskan.
Ketua Yayasan Gennesa, Tutik Handayani, menyampaikan kebanggaannya terhadap transformasi para peserta yang dinilai mengalami perkembangan positif selama mengikuti rehabilitasi.
“Melalui program yang kami jalankan, warga binaan menunjukkan perubahan perilaku yang signifikan menuju arah yang lebih baik,” ujarnya.
Pendampingan dilakukan melalui pendekatan psikososial, konseling kelompok, pembinaan mental, hingga penguatan karakter agar warga binaan mampu kembali berfungsi secara normal di masyarakat.
Kepala Lapas Banyuwangi, I Wayan Nurasta Wibawa, menegaskan bahwa program ini merupakan implementasi langsung dari 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, terutama poin pertama: pemberantasan peredaran narkoba dan penipuan di Lapas dan Rutan.

“Rehabilitasi sosial menjadi langkah strategis untuk memulihkan keberfungsian sosial pengguna narkoba, sehingga mereka bisa kembali hidup sehat, produktif, dan menjalankan fungsi sosialnya,” jelas Wayan.
Ia menekankan bahwa pembinaan semacam ini bukan hanya seremonial, melainkan bagian dari upaya komprehensif menciptakan Lapas yang bersih dari narkoba sekaligus menghadirkan perubahan perilaku yang berkelanjutan bagi warga binaan.
Menyikapi tingginya antusiasme dan hasil positif program, pihak Lapas memastikan kegiatan rehabilitasi sosial akan terus dilanjutkan dan diperluas.
“Ke depan, kami akan melibatkan lebih banyak warga binaan. Tujuan utama kami adalah memastikan mereka pulih di berbagai aspek kehidupan sosial dan kesehatan,” tutup Wayan.
Program penutup ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi warga binaan untuk kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik, sehat, dan produktif. (R46)
Pewarta: Ruslan Abdul Gani














