Tulungagung, Kabinetri.id– Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, menyoroti kondisi memprihatinkan satwa rusa di kawasan Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso. Ia menilai perawatan hewan di lingkungan tersebut belum berjalan optimal meski anggaran telah disediakan oleh pemerintah daerah.
Pernyataan itu disampaikan Bupati usai menghadiri kegiatan halal bihalal bersama jajaran pejabat di halaman Pemkab Tulungagung, Kamis (26/3/2026). Ia membenarkan unggahan di media sosial pribadinya yang sebelumnya menyinggung kondisi rusa yang terlihat kurus.
Menurutnya, Pemkab Tulungagung telah mengalokasikan anggaran khusus untuk kebutuhan pakan satwa di taman tersebut. Namun, kondisi di lapangan dinilai tidak sebanding dengan anggaran yang digelontorkan.
“Anggaran sudah kami sediakan setiap hari untuk pakan hewan. Seharusnya kondisi mereka terawat dengan baik,” ujar Gatut, Jumat (27/3).
Ia menegaskan, perawatan hewan bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap makhluk hidup. Bupati meminta pihak yang bertanggung jawab menjalankan tugas secara maksimal agar satwa dapat tumbuh sehat dan menjadi daya tarik bagi masyarakat.
“Ini soal tanggung jawab. Jangan sampai hewan tidak mendapatkan pakan yang layak, padahal anggaran sudah ada,” tegasnya.
Bupati bahkan mengancam akan mengambil alih langsung pengelolaan anggaran pakan jika kondisi tersebut tidak segera diperbaiki. Ia menyebut alokasi anggaran harian mencapai Rp600 ribu untuk kebutuhan pakan satwa.
“Kalau masih seperti ini, saya akan ambil alih sendiri. Uangnya saya kelola langsung agar sesuai dengan kebutuhan,” tambahnya.
Selain itu, Pemkab Tulungagung berencana melakukan pembenahan terhadap taman satwa mini di kawasan pendopo. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas fasilitas sekaligus memastikan kesejahteraan hewan.
Bupati juga mengungkapkan rencana pembentukan tim khusus yang akan menangani perawatan satwa secara lebih profesional, termasuk melibatkan tenaga dokter hewan.
“Kami akan bentuk tim khusus, termasuk dokter hewan, agar kondisi satwa bisa segera pulih. Targetnya dalam dua bulan sudah ada perbaikan signifikan,” jelasnya.
Sorotan terhadap kondisi rusa tersebut bermula dari unggahan story WhatsApp pribadi Bupati pada 26 Maret 2026. Dalam unggahan itu, ia mengaku prihatin setelah mendengar komentar cucunya yang menilai rusa di pendopo terlihat kurus.
Unggahan tersebut kemudian memicu perhatian publik dan menjadi perbincangan di masyarakat. Sejumlah warga turut menyoroti pentingnya transparansi pengelolaan anggaran serta peningkatan pengawasan terhadap fasilitas publik, khususnya yang berkaitan dengan kesejahteraan hewan.
Pemerintah daerah kini dituntut untuk segera mengambil langkah konkret agar kondisi satwa di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso dapat kembali layak dan sesuai harapan masyarakat. (Wiro)














