banner 300250
banner 300250
DAERAHPOLRIsosial

Gudang Penggilingan Padi di Selopuro Blitar Terbakar, Polisi Pastikan Tak Ada Korban Jiwa

×

Gudang Penggilingan Padi di Selopuro Blitar Terbakar, Polisi Pastikan Tak Ada Korban Jiwa

Sebarkan artikel ini
{"LvMetaInfo":{"appVersion":"16.2.0","editType":"image_edit","enterFrom":"new_image","os":"android","product":"vicut","region":"ID","picture_id":"M33JQCHM-XJ52-W1VZ-448O-LYQYIHBRU3LM","pictureId":"M33JQCHM-XJ52-W1VZ-448O-LYQYIHBRU3LM"}}

BLITAR, Kabinetri.id– Sebuah gudang penggilingan padi di Dusun Kebonagung, Desa Popoh, Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar, dilaporkan terbakar pada Selasa (6/1/2026) siang. Peristiwa kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 12.15 WIB dan sempat membuat warga sekitar panik.

Gudang yang terbakar diketahui milik Imam Bukhori (73), warga setempat, dan dikelola oleh Bahdrul Mutarom (33). Berdasarkan laporan Polsek Selopuro, kebakaran pertama kali diketahui oleh saksi Durotul Nasikah (33), yang merupakan istri korban, saat sedang berada di dapur rumah.

Kapolsek Selopuro AKP Suhariyanto, SH., M.M., menjelaskan, saksi awalnya mendengar suara kayu terbakar dari arah belakang rumah. “Saksi sempat mengira suara tersebut berasal dari tetangga yang membakar sampah. Namun setelah dicek ke belakang rumah, ternyata gudang penggilingan padi sudah dalam kondisi terbakar,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Pada saat kejadian, korban Bahdrul Mutarom diketahui sedang tidak berada di lokasi karena mengirim beras ke wilayah Desa Pucung, Kabupaten Malang. Melihat api membesar, saksi segera memberitahukan warga sekitar dan berupaya melakukan pemadaman secara manual.

“Warga bersama-sama melakukan pemadaman awal sambil menunggu petugas pemadam kebakaran datang,” tambah AKP Suhariyanto.

Tak berselang lama, tim Pemadam Kebakaran Cabang Wlingi tiba di lokasi dan berhasil memadamkan api sepenuhnya. Sejumlah personel dari Polsek Selopuro, Unit Inafis Polres Blitar, Pamapta, Babinsa, serta Bhabinkamtibmas juga diterjunkan ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan pengamanan dan pendataan.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, polisi menduga kebakaran dipicu oleh knalpot diesel mesin penggilingan padi yang mengenai merang atau sekam. Percikan panas tersebut kemudian merambat dan membakar bangunan gudang.

“Untuk sementara, dugaan penyebab kebakaran berasal dari panas knalpot mesin diesel yang menyambar bahan mudah terbakar di sekitar gudang. Namun demikian, kami tetap melakukan pendalaman,” tegas Kapolsek.

Akibat kejadian tersebut, kerugian materiil ditaksir mencapai Rp10 juta. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya pemilik usaha penggilingan padi dan gudang penyimpanan, agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama dari mesin diesel dan bahan mudah terbakar di sekitarnya. (Wiro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *