banner 300250
banner 300250
BudayaDAERAHKESRANASIONALPemerintah Daerahsosial

Wali Kota Blitar Ungkap Makna Brokohan 6 Juni, Bung Karno Dinilai Terus Menebar Keberkahan

×

Wali Kota Blitar Ungkap Makna Brokohan 6 Juni, Bung Karno Dinilai Terus Menebar Keberkahan

Sebarkan artikel ini
Brokohan 06 Juni Hari Lahir Bung Karno

BLITAR, Kabinetri.id– Pemerintah Kota Blitar menggelar tradisi brokohan atau kenduri sebagai bentuk syukur dalam memperingati Hari Lahir Bung Karno yang jatuh pada 6 Juni. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Bulan Bung Karno yang rutin diselenggarakan setiap Juni di Kota Blitar.

Wali Kota Blitar mengatakan, tradisi brokohan dipilih karena memiliki makna mendalam sebagai ungkapan kebahagiaan atas kelahiran seorang tokoh yang memberikan pengaruh besar bagi bangsa Indonesia.

“Brokohan biasanya dilakukan saat kelahiran bayi sebagai bentuk rasa syukur dan harapan memperoleh keberkahan. Setiap tanggal 6 Juni, kita memperingatinya karena pada 6 Juni 1901 telah lahir Bung Karno, sosok yang kemudian mengantarkan Indonesia menuju kemerdekaan,” ujarnya, Jumat (6/6/2026) malam.

Menurutnya, masyarakat Kota Blitar patut bersyukur dan bangga karena Bung Karno lahir sebagai tokoh yang memberikan kontribusi besar bagi bangsa dan negara. Kelahiran Presiden pertama Republik Indonesia itu dinilai membawa keberkahan yang masih dirasakan hingga saat ini.

Selain brokohan, rangkaian peringatan Hari Lahir Bung Karno juga diisi dengan pagelaran wayang. Kegiatan tersebut melengkapi sejumlah agenda Bulan Bung Karno yang telah dimulai sejak peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni dan akan berlanjut hingga peringatan wafatnya Bung Karno pada 21 Juni mendatang.

“Di bulan Juni ada tiga peristiwa penting yang berkaitan dengan Bung Karno, yakni Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni, Hari Lahir Bung Karno pada 6 Juni, dan hari wafatnya Bung Karno pada 21 Juni. Karena itu, Kota Blitar menetapkan Juni sebagai Bulan Bung Karno,” katanya.

Ia menegaskan, Bung Karno tidak hanya meninggalkan jejak sejarah sebagai proklamator, tetapi juga mewariskan gagasan, pemikiran, dan dasar negara yang hingga kini tetap relevan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menurutnya, keberkahan dari sosok Bung Karno terus dirasakan, baik melalui warisan pemikirannya maupun tingginya antusiasme masyarakat yang berziarah ke Makam Bung Karno di Kota Blitar.

“Beliau sudah wafat, tetapi keberkahannya masih terus dirasakan. Gagasan-gagasannya, dasar negara yang beliau rumuskan, hingga pemikiran kebangsaan yang diwariskan masih menjadi fondasi bangsa Indonesia sampai sekarang,” ujarnya.

Wali Kota juga menilai Pancasila merupakan salah satu perekat utama bangsa yang mampu menyatukan keberagaman Indonesia. Dengan ribuan pulau, ratusan suku, dan beragam budaya, Indonesia dinilai tetap kokoh karena nilai-nilai persatuan yang diwariskan Bung Karno melalui Pancasila.

“Indonesia memiliki keragaman yang sangat besar. Namun Bung Karno mampu menyatukan semuanya melalui Pancasila. Nilai itulah yang hingga kini menjadi fondasi kuat bagi bangsa Indonesia,” katanya. (Wiro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *